
Seperti yg sudah diperkirakan pada hari-2 sebelumnya apa yang muncul ke permukaan kemudian pada saat sekarang ini dari dua kasus tersebut di atas dimana kasus bank centurry lagi ramai-2 nya di bahas dalam pansus DPR yang sudah tinggal tahap akhir untuk dilakukan sidang paripurna guna menentukan keputusan akhir tentang kesimpulan final sebagai produks pansus, dari sini tampak terjadi dua bahan baku kesimpulan yang saling bertolak belakang dari dua kubu yang saling berhadapan dalam pansus sendiri. Ibarat dua sisi mata uang maka antara kasus bank centurry dan kasus lumpur lapindo memiliki kesamaan yang specifik atau nyaris dapat dibilang sama dalam muatan permasalahan, nilai rupiah kasus, analisa kasus dan kesimpulan yang tidak satu argumentasi atau tidak memastikan satu pendapat. Atau dengan kata lain kedua kasus tersebut dihadapkan pada keputusan mengambang, tidak ke kanan tidak juga ke kiri. Kalau kita cermati dari beberapa parameter maka dapat dilakukan komparasi sebagai berikut : 1. Kasus lumpur lapindo :
- Nilai uang yang menjadi kasus berkisar pada nilai angka Rp. 6.2 trillyun.
- Kesimpulan akhir yang dijadikan dasar kebijakan penyebab bail out maupun semburan lumpur lapindo tidak jelas karena ada dua kubu pendapat yg berbeda dan saling bertolak belakang.
- Aktor utama yang saling bersitegang juga tetap sama yakni antara elit Golkar dan menteri keuangan.
- Kedua kasus tersebut juga sama sama merugikan negara atau rakyat.
- Penyelesaian kasus lebih condong kepada penyelesaian secara politis.
Maka mari kita tunggu bersama kira-2 hasil akhir ending kasus bank centurry tersebut akan seperti apa ? ..... paling yoo ngono kuwi ................. gegeran adu mulut dan keroyokan phisik .......... hhhhhhhhhhhhhhhhhhh .... hal tersebut sudah terbukti pada sidang paripurna DPR tanggal 02 Maret 2010 yg ricuh dan kacau ........tapi hari berikutnya setelah final sidang paripurna kubu demokrat kalah .......... dan dilanjut proses hukum yg di bebankan pada pihak KPK dg batas waktu dead line satu bulan ............ terus ????? ....... tunggu dan lihat selanjutnya ..................