Pengamatan perilaku kaum muda dan tua pegawai negri lewat penampilan perilaku langsung maupun lewat situs dunia maya tampak secara umum bahwa sikap mentalitas kaum muda hingga tua secara umum tidak pro terhadap kebenaran sejati yg berhubungan dengan jiwa nasionalisme maupun proses penegakkan hukum khususnya hak azasi manusia yg bersentuhan dengan sebuah idiologi ( kasus terrorisme ) atau dengan kata lain mereka buta dan atau takut ber komentar tentang masalah ini mengingat posisi mereka berada dibawah tekanan psikologis lingkungan kerja secara struktural maupun fungsional langsung maupun tidak langsung jadi lebih bersifat normatif sebagai ekspresi masa bodoh dan tidak peduli tapi bisa juga suatu perilaku munafik. Mereka yg tahu islam dan juga mereka yg beragama islam secara umum hanya tahu ajaran agama secara tekstual tetapi tidak paham dalam konteks implementasi riil dalam kehidupan berbangsa dan ber negara secara substansial hingga permasalahan hubungan permasalahan yg muncul dalam kelompok manusia dan interaksi antar manusia. Mereka lebih condong mengeluarkan isi hati yg berhubungan dengan nafsu duniawi mereka semata dengan kalimat-2 dangkal cetusan sesaat yg sedang terlintas dan mereka pikirkan saat itu yg sebenarnya tidak perlu diucapkan dan tidak ada gunanya atau dengan kata lain luapan kalimat tak berguna (crometan, ocehan semata) dan rawan sekali terhadap berbuat penyebaran fitnah. Beberapa tampilan di dua dunia :
- Dalam kehidupan sehari hari di dunia nyata :
- yaa rutinitas saja sesuai tugas pekerjaannya masing masing.
- tidak ada pendapat tentang isu isu penting yg sedang berkembang.
- menginginkan hak nya dapat terpenuhi.
- ada yg terpengaruh hasutan dengan mudah dan mengikuti hasutan.
- banyak yg masa bodoh asal selamat.
- ada pula yg penjilat.
- ada pula yg sudah pintar juga bobrok.
- dan lain-2.
- Dalam situs dunia maya :
- apa yg mereka tulis hanya kalimat-2 tak ber guna dan tidak penting.
- ungkapan kalimat celoteh yg tidak perlu.
- kebanyakan hanya suka pada situs permainan anak-2.
- mudah sekali menyebar fitnah terhadap sesuatu yg tidak mereka ketahui kebenarannya.
- tidak ada nilai lebih yg bermanfaat (secara umum).
- dan lain-2.
yaahhh kalau sudah masyarakat generasi penerus kondisi umumnya seperti itu apa yg mau dan bisa diharapkan ........ boro-2 memberi masukan positif dan bernilai untuk meluruskan sistem yg selama ini berjalan bengkok alias korup ini lha wong perilaku dan mentalitas mereka sama saja dengan yg sudah rusak ........ dan mungkin malah tidak punya filosopi sama sekali ........... wingi ngono ..... saiki ngono ...... sesuk ngono ..... yoo ngono ae dadine ........... hhhhhhhhhhhhhh sak karepmu kabeh

