Laman

Rabu, 24 November 2010

APA KABAR DUNIA

Setelah beberapa bulan atau bahkan telah satu tahun absen menulis karena ada kesulitan setelah pindah ke domain ubah suaian karena tidak berhasil memperbaiki error dalam menseting web maka sekarang balik lagi ke publikasi blogspot seperti semula lagi, waduh capek banget rasanya bekerja tanpa hasil, stress dan frustasi disamping juga pontang panting sana sini tanpa hasil, pusing banget lah pokoknya, tak dapat digambarkan dengan kata-2 semua kekecewaan ini, untung saja masih bisa balik lagi ke blogspot dan masih bisa buka situsnya dan up grade rancangan templatenya, lalu bisa nulis lagi ini.
Rasanya kayak orang yg disekap dan gak bisa keluar dari permasalahan, sampai masa akhir kontrak domain selesai dan habis alias experiod, baru bisa balik lagi ke sini. Namun yg membuat kecewa juga adalah dalam tempo satu tahun lebih tulisan ini keluar ke publikasi maka tak satupun komentar yg nyangkut atau masuk, apakah tidak ada yg baca atau membuka untuk berkunjung yaa ??? ... tak tahulah buktinya tidak ada koment sama sekali ... hehehe ... tak apalah namanya juga hanya tuangan tulisan what do tou mind ??? ... alias apa yg anda sedang pikirkan ... okelah salam jumpa semuanya ... gambar belum ada

Minggu, 09 Mei 2010

KRIMINALISASI TERUS MENERUS TIADA HENTI

Tulisan ini hanyalah record pribadi dan bukan mengenai siapa saja atau bukan apa saja berkaitan dg peristiwa publik dimanapun dalam waktu kapanpun, melainkan murni pengalaman pribadi belaka atas upaya seseorang dalam kaitannya dengan perilaku dan tindakan pribadi pula atas orang lain yg dianggap musuh atau apapun pengertiannya yg dipahami oleh yg bersangkutan sebagai upaya menekan, mengucilkan, mengeliminir, merusak, mendiskriditkan, meng kriminalisasikan, menghancurkan, mengusir, menolak, memfitnah dan apapun lah bentuk kata lainnya yg sesuai dg tindakan tsb. yg secara keseluruhan bersifat negatif acktion.  Semua itu bermula dari adanya sebuah ambisi pribadi dalam hal jabatan dan kekuasaan semata agar lebih leluasa dan bebas berbuat tanpa adanya satu orangpun yg berpotensi sebagai pesaing perintang atau apalah sebutan lainnya dalam karirnya demi memperturutkan nafsu angkara murka dan kerakusan belaka.  Hal tsb telah dia lakukan mulai pertengahan bulan mei 2005 hingga sekarang telah masuk pula bulan mei 2010, dimana dari hari ke hari bukannya berkurang bentuk serangannya tetapi bahkan semakin meningkat.  Hal tsb ditandai dg adanya perampasan jabatan struktural saya lagi lalu diikuti dg langkah pendiskriditan, pengucilan, fitnah dan non aktivitas sehari hari, bahkan eskalasi fitnah telah meluas ke arah struktur organesasi yg lebih atas selaras dg kewenangannya selaku atasan yg berhak menilai.  Menilai secara obyektif ? tentu saja tidak mungkin melainkan penilaian subyektif atas dasar kebencian pribadi yg tanpa sebab yg jelas.  Hal itu sudah jelas-2 sbg bentuk kesewenang wenangan atas kekuasaan yg melebihi batas dan melawan hukum, peraturan perundangan, kode etik dan perkap internal organesasi maupun hak azasi manusia.   Namun sampai detik ini bagaimana cara saya merespons setiap perlakuan negatif tersebut alhamdulillah masih mampu bertahan untuk bersabar dan hanya semata mata berharap kepada perlindungan, pertolongan dan Ridho Allah swt Sang Maha Pencipta dan yg memegang setiap jiwa.  Biarlah Allah swt yg menentukan dan biarlah semua makhluk dimuka bumi dan di langit yg menjadi saksi atas semua ini, saksi siapakah yg berada pada pihak yg benar dan siapakah yg telah melakukan kejahatan dan sesungguhnya telah menganiaya dirinya sendiri.  Aku hanya mampu bersabar dan berdo'a semoga cepat bisa keluar dari masalah ini dalam waktu cepat atau lambat insya' Allah semoga Allah swt mengabulkan dan tak lupa kami sampaikan sholawat kepada junjungan kita umat muslim yakni Nabi saw ... amin yaa Robbal'alamin.

Rabu, 17 Maret 2010

EKSPRESI MANUSIA SEKARANG KAUM MUDA PEGAWAI NEGRI

Pengamatan perilaku kaum muda dan tua pegawai negri lewat penampilan perilaku langsung maupun lewat situs dunia maya tampak secara umum bahwa sikap mentalitas kaum muda hingga tua secara umum tidak pro terhadap kebenaran sejati yg berhubungan dengan jiwa nasionalisme maupun proses penegakkan hukum khususnya hak azasi manusia yg bersentuhan dengan sebuah idiologi ( kasus terrorisme ) atau dengan kata lain mereka buta dan atau takut ber komentar tentang masalah ini mengingat posisi mereka berada dibawah tekanan psikologis lingkungan kerja secara struktural maupun fungsional langsung maupun tidak langsung jadi lebih bersifat normatif sebagai ekspresi masa bodoh dan tidak peduli tapi bisa juga suatu perilaku munafik.  Mereka yg tahu islam dan juga mereka yg beragama islam secara umum hanya tahu ajaran agama secara tekstual tetapi tidak paham dalam konteks implementasi riil dalam kehidupan berbangsa dan ber negara secara substansial hingga permasalahan hubungan permasalahan yg muncul dalam kelompok manusia dan interaksi antar manusia.  Mereka lebih condong mengeluarkan isi hati yg berhubungan dengan nafsu duniawi mereka semata dengan kalimat-2 dangkal cetusan sesaat yg sedang terlintas dan mereka pikirkan saat itu yg sebenarnya tidak perlu diucapkan dan tidak ada gunanya atau dengan kata lain luapan kalimat tak berguna (crometan, ocehan semata) dan rawan sekali terhadap berbuat penyebaran fitnah.  Beberapa tampilan di dua dunia : 
  1. Dalam kehidupan sehari hari di dunia nyata :
  • yaa rutinitas saja sesuai tugas pekerjaannya masing masing.
  • tidak ada pendapat tentang isu isu penting yg sedang berkembang.
  • menginginkan hak nya dapat terpenuhi.
  • ada yg terpengaruh hasutan dengan mudah dan mengikuti hasutan.
  • banyak yg masa bodoh asal selamat.
  • ada pula yg penjilat.
  • ada pula yg sudah pintar juga bobrok.
  • dan lain-2.
  1. Dalam situs dunia maya :
  • apa yg mereka tulis hanya kalimat-2 tak ber guna dan tidak penting.
  • ungkapan kalimat celoteh yg tidak perlu.
  • kebanyakan hanya suka pada situs permainan anak-2.
  • mudah sekali menyebar fitnah terhadap sesuatu yg tidak mereka ketahui kebenarannya.
  • tidak ada nilai lebih yg bermanfaat (secara umum).
  • dan lain-2.
yaahhh kalau sudah masyarakat generasi penerus kondisi umumnya seperti itu apa yg mau dan bisa diharapkan ........ boro-2 memberi masukan positif dan bernilai untuk meluruskan sistem yg selama ini berjalan bengkok alias korup ini lha wong perilaku dan mentalitas mereka sama saja dengan yg sudah rusak ........ dan mungkin malah tidak punya filosopi sama sekali ........... wingi ngono ..... saiki ngono ...... sesuk ngono ..... yoo ngono ae dadine ........... hhhhhhhhhhhhhh sak karepmu kabeh

Selasa, 09 Maret 2010

BADAI YANG SEDANG BERGERAK MAKIN DAHSYAT

Dinamika wacana yg berkembang saat sekarang sudah terkondisi pada situasi turbulensi badai yg menerjang kalangan atas menengah maupun bawah, dimana hal tersebut yg terjadi pada kalangan atas adalah perebutan pengaruh dan kekuasaan, sedang dikalangan menengah mengarah pada partisipan terhadap kekuasaan tertentu,  dan bagi kalangan bawah menjadi kebingungan menerima kenyataan yang ada.  Bahkan kekuatan badai tersebut juga telah mencapai hingga radius manca negara baik yg letak geografinya dekat yakni negara tetangga maupun yg jauh dan juga melibatkan tokoh-2 dunia yg sedang berkuasa maupun yg sudah tidak berkuasa plus organesasi tertentu dunia yg bergerak di bidang analisis kebijaksaan ekonomi maupun investasi serta perdagangan, sosial maupun politik dan pertahanan.  Keadaan bermula dari diterapkannya program pemberantasan korupsi sebagai langkah penciptaan pemerintahan yg bersih dan berwibawa, namun pada akhirnya kasus yg harus ditangani menyentuh sesuatu level kasus yg sangat potensial riskan bagi pejabat-2 penting pemerintahan dan negara.  Hasil akhir pansus yg telah dicapai dipenuhi wacana tarik menarik sangat kuat diantara dua kubu elit kekuasaan yg paling berpengaruh sehingga masih memerlukan tindak lanjut yg cukup panjang dan jalan berliku liku dengan ekses tidak menentu.  Bagaimana dapat dibayangkan lebih lanjut kira kira akan seperti apa sejarah masa depan bangsa ini yg berada ditengah tengah pusaran badai dan tarik menarik kedua kutub kekuatan, maka akankah kondisinya akan terhisap oleh badai yg kemudian terhempas porak poranda ataukah bahkan akan tertarik menjadi dua bagian dari kutup yg berlawanan kemudian saling berbenturan ? yg hasilnya juga akan jadi sama-2 porak poranda juga ?.  Apabila ditinjau dari segi sudut pandang radius badai yg jangkauannya sangat luas hingga manca negara maka dapatlah kiranya didekati prediksi kalkulasi tingkat dampak yg bakal terjadi seberapa besar dan parahnya.  Apabila kapasitas kekuatan telah dapat di identifikasi  secara akurat dari setiap aspek sosial ekonomi politik dan keamanan maka implikasi yg bakal terjadi tentunya juga hampir secara pasti dapat di antisipasi lebih baik jauh hari sebelumnya.  Tetapi toh semuanya itu masih berdasarkan faktor-2 kemungkinan dari teori manusia yg mungkin benar dan mungkin juga bisa salah sebagai langkah upaya dan usaha secara manusiawi.  Adapun beberapa faktor yg dapat di klasifikasikan sebagai diduga indikasi radius badai adalah sebagai berikut ( belum tentu benar) :
  1. Kedatangan pedagang valas nomor satu dunia george soros pada bulan lalu.
  2. Kedatangan mantan sekjen pbb kofi annan beberapa hari lalu.
  3. Kepergian bos ke ausie saat ini.
  4. Menjelang kedatangan barak obama bulan ini.
  5. Operasi terrorisme oleh angkatan laut singapura di selat malaka.
  6. Pengumuman peringkat korupsi negara asia pasific paling korup pada bulan ini di hongkong.
  7. Krisis ekonomi global yg belum juga selesai.
  8. Hasil pansus bank centurry.
  9. Operasi polri ttg terrorime di aceh dan meluas ke jawa.
  10. Reformasi birokrasi yg belum juga tuntas.
  11. Kasus pajak penunggak besar perusahaan yg bersentuhan dg elit dan asing.
  12. Mafia peradilan.
  13. Bencana alam yg bertubi tubi datangnya.
  14. Pengangguran dan kemiskinan.
  15. Era perdagangan bebas terutama dg tiongkok.
  16. Masa jabatan presiden yg dibatasi hanya dua kali.
  17. Dan lain lain.
Nah dari faktor tersebut diatas kiranya badai akan sangat besar dan dahsyat sekali ........ dan dampaknya wuih kayaknya tak berani untuk membayangkannya sekarang ............. semoga saja tidak terjadi betulan ....... ngeri dan berdiri bulu kuduk ini ............. hmmrrrrrrr hhhhhhhhhhhhh

Minggu, 28 Februari 2010

KESAMAAN KASUS BANK CENTURRY DAN LUMPUR LAPINDO

Seperti yg sudah diperkirakan pada hari-2 sebelumnya apa yang muncul ke permukaan kemudian pada saat sekarang ini dari dua kasus tersebut di atas dimana kasus bank centurry lagi ramai-2 nya di bahas dalam pansus DPR yang sudah tinggal tahap akhir untuk dilakukan sidang paripurna guna menentukan keputusan akhir tentang kesimpulan final sebagai produks pansus, dari sini tampak terjadi dua bahan baku kesimpulan yang saling bertolak belakang dari dua kubu yang saling berhadapan dalam pansus sendiri.  Ibarat dua sisi mata uang maka antara kasus bank centurry dan kasus lumpur lapindo memiliki kesamaan yang specifik atau nyaris dapat dibilang sama dalam muatan permasalahan, nilai rupiah kasus, analisa kasus dan kesimpulan yang tidak satu argumentasi atau tidak memastikan satu pendapat. Atau dengan kata lain kedua kasus tersebut dihadapkan pada keputusan mengambang, tidak ke kanan tidak juga ke kiri.  Kalau kita cermati dari beberapa parameter maka dapat dilakukan komparasi sebagai berikut : 1.  Kasus lumpur lapindo : 
  • Merupakan perusahaan di bidang eksplorasi minyak dan gas bumi yg secara operasionalnya pasti merupakan konsorsium dari beberapa perusahaan terkait.
  • Merupakan salah satu dari anak perusahaan bakrie group dimana pemiliknya adalah salah seorang elite parpol Golkar.
  • Kegagalan ekplorasi telah menimbulkan bencana masal yang merugikan kawasan lingkungan pemukiman penduduk maupun kawasan industri dan aset nasional.
  • Kerugian yang harus ditanggung untuk melakukan ganti rugi kawasan berkisar pada angka Rp. 6,2  trillyun.
  • Kesimpulan akhir pada hasil analisa penyebab kegagalan pengeboran terdapat dua pendapat yg saling bertentangan, yakni : satu kubu menyimpulkan penyebab alam (gempa) sedang satu kubu lainnya menyimpulkan akibat kesalahan operasional pengeboran.
  • Maka beban tanggung jawab dari kasus tersebut menjadi tidak jelas apakah menjadi tanggung jawab pihak perusahaan pengeboran atau menjadi tanggung jawab pemerintah.
  • Akhirnya pada keputusan akhir tidak seorangpun yg harus bertanggung jawab secara hukum pidana dari perusahaan pengeboran tersebut.
2.   Kasus bank centurry : 
  • Merupakan perusahaan swasta di bidang per bankan yg juga bergerak dibidang risiko penjaminan.
  • Terjadi masalah yang akhirnya menerima bail out dari pemerintah (BI) yang berkisar pada nilai angka Rp. 6,2 trillyun.
  • Dasar kebijaksanaan pemberian bail out juga tidak jelas karena berdasar hasil temuan pansus DPR akhirnya terjadi dua kubu dengan kesimpulan berbeda, masing-2 : kubu partai golkar menyebut kebijakan bail out tidak benar dan merupakan pelanggaran, sedang kubu partai demokrat menyebut kebijakan bail out benar dan bukan pelanggaran.
  • Ketua partai Golkar disaat sekarang juga pemilik perusahaan bakrie group yang pada waktu terjadinya kasus lumpur lapindo juga bersitegang dengan menteri keuangan yg sekarang dimana pada saat itu sebagai ketua KSSK.
  • Bidikan kubu partai Golkar berdasar hasil pansusnya adalah gubernur BI dan Menkeu yg harus menanggung resiko kebijakan bail out bank centurry.
Dari kedua perbandingan parameter tersebut diatas tampak adanya persamaan secara substansi antara dua kasus dimaksud masing-2 adalah : 
  1. Nilai uang yang menjadi kasus berkisar pada nilai angka Rp. 6.2 trillyun.
  2. Kesimpulan akhir yang dijadikan dasar kebijakan penyebab bail out maupun semburan lumpur  lapindo tidak jelas karena ada dua kubu pendapat yg berbeda dan saling bertolak belakang.
  3. Aktor utama yang saling bersitegang juga tetap sama yakni antara elit Golkar dan menteri keuangan.
  4. Kedua kasus tersebut juga sama sama merugikan negara atau rakyat.
  5. Penyelesaian kasus lebih condong kepada penyelesaian secara politis.  
Maka mari kita tunggu bersama kira-2 hasil akhir ending kasus bank centurry tersebut akan seperti apa ?  ..... paling yoo ngono kuwi ................. gegeran adu mulut dan keroyokan phisik .......... hhhhhhhhhhhhhhhhhhh .... hal tersebut sudah terbukti pada sidang paripurna DPR tanggal 02 Maret 2010 yg ricuh dan kacau ........tapi hari berikutnya setelah final sidang paripurna kubu demokrat kalah .......... dan dilanjut proses hukum yg di bebankan pada pihak KPK dg batas waktu dead line satu bulan ............ terus ????? ....... tunggu dan lihat selanjutnya ..................

Minggu, 31 Januari 2010

PERUBAHAN YANG TAK PERNAH KUNJUNG DATANG

Sifat manusia yang sudah menjadi watak kodratinya adalah selalu ingin tergesa dan selalu ingin berlomba dan susah untuk dapat melihat dirinya sendiri melainkan lebih condong dan hanya pandai menilai kekurangan orang lain tanpa menghiraukan seperti apa dirinya sendiri adanya.  Tolok ukur sosial tentang sesuatu tidaklah statis melainkan selalu berubah ubah  dalam ketidak pastian dipengaruhi oleh situasi fenomena dan paradigma yang terus berkembang setiap waktu di sekitarnya, hal inilah  yang membuat perkembangan situasi kejiwaan manusia pada umumnya terpancing untuk mengikuti arus main stream tanpa dapat dikendalikan oleh pikiran jernih dan akal sehat yang semestinya.  Kenyataan menunjukkan bahwa emosi lebih berkuasa dari pada nalar yang lurus dan benar sebagai alat untuk dapat mencapai tujuan apapun caranya dengan banyak mengesampingkan pertimbangan pemikiran bijak yang selayaknya dapat berfungsi sebagai alat kontrol berdasar nilai nilai keluhuran budi pekerti yang secara esensi dapat digunakan untuk membedakan antara sifat kemanusiaan dan sifat kebinatangan. Sifat manusia yang lebih banyak memperturutkan emosi nafsu dapat dan terbukti telah menjerumuskan secara luas pada semua kalangan masyarakat manusia pada umumnya yang hal itu lebih mencerminkan menonjolnya watak dan jiwa kebinatangan dari pada jiwa kemanusiaan berdasar kenyataan yang ter ekspresikan dalam gegap gempitanya persaingan hidup dan desakan kepentingan pada masa masa sekarang ini.  Sebagai contoh paling gampang adalah bahwa pada motivasi setiap pribadi, keluarga maupun kelompok telah begitu banyak menimbulkan dampak akibat berupa friksi, benturan dan intrik sebagai bentuk konflik terus menerus secara internal maupun eksternal pada setiap saat dan dimanapun berada yang selanjutnya lebih banyak menimbulkan masalah masalah baru dan dapat berkembang menjadi bertambah gelapnya alam pikiran maupun situasi sektoral dan atau situasi umum ketimbang jernihnya jagad pikiran global. Dalam usia sejarah keberadaan umat manusia di muka bumi ini yang sudah memasuki usia senja, semua kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi bukannya menambah jinaknya jiwa manusia secara umum tetapi lebih cenderung malah bertambah ganas dan liarnya jiwa manusia jauh melebihi keganasan jiwa binatang manapun juga.  Semua perangkat yang berfungsi mengendalikan sifat keganasan jiwa yakni doktrin agama agama manapun telah di obrak abrik sedemikian rupa oleh sebagian besar umat manusia di muka bumi ini untuk ditundukkan dibawah keinginan nafsu manusia atau kalau tidak bisa dikatakan hanya sebagai lambang tak dimaknai sebagaimana yang seharusnya.  Ikatan kehidupan sosial bersama umat manusia yang berbentuk negara dimanapun tidak lepas dari pertikaian antara berbagai pihak hitam putih abu abu dalam pergulatan secara internal negara maupun eksternal terhadap negara lainnya.  Situasi ini menjadi bertambah suram dikala terdapat campur tangan negara lain dalam sebuah negara, sebab terdapat perbedaan standart ukuran nilai budaya dan nilai kebenaran yang berbeda pula dari setiap budaya antar bangsa manusia.  Kalaulah asal usul manusia itu pada dahulunya adalah satu toh pada jaman sekarang ini sudah tidak kurang dari 5 milyard populasi umat manusia dengan berapa puluh ribu atau juta keadaan psikologis yang melatar belakangi setiap perilaku dan watak serta sifat masing masing kelompoknya.  Keadaan status sosialpun sudah begitu banyak tingkatan kondisinya, namun apa yang menjadi kenyataan masih juga bahwa yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin banyak, yang korupsi makin banyak dan tidak mungkin akan berhenti dengan sendirinya, yang sadar dari perilaku korupsi tidak dapat diketahui siapa orangnya dan berapa jumlah orangnya, tetapi yang marah dan melakukan tindakan perlawanan dengan segala cara dan kekuatan untuk bersembunyi dibalik tindakan bejat korupnya yang lebih menonjol.  Kekayaan negara bukan lagi untuk kesejahteraan rakyat sebagaimana tercamtum pada dasar negara dan undang undang dasar negara tetapi hanya dimainkan oleh para pemegang kekuasaan negara demikian terus menerus silih berganti aktornya.  Kamuplase pembohongan publik makin marak saja dari tahun ke tahun tidak pernah surut ke belakang barang sejengkalpun dan barang sejenakpun dari waktu ke waktu, tetapi makin marak saja makin canggih saja tata caranya sesuai perkembangan jaman.  Di negara republik Indonesia yang sudah berumur 64 tahun sejak di prolamirkannya sebagai sebuah negara, kejahatan yang dinamakan korupsi telah terbukti tumbuh subur dan menjamur di setiap tingkatan kalangan kekuasaan pemerintah maupun swasta dimanapun dari waktu ke waktu semakin menunjukkan gejala menggila dan susah untuk dihentikan, hal ini sudah menjadi budaya krisis moral berkepanjangan dan semakin parah sehingga sifat jiwa kemanusiaan secara umum lebih banyak mencirikan sifat jiwa kebinatangan dimana kebenaran menjadi barang yang lambat laun asing dan sebaliknya kebejatan moral makin dianggap sebagai bentuk kebenaran umum.  Jiwa nasionalisme bagai fata morgana yang tidak pernah menjadi kenyataan di jaman sekarang ini selain hanya slogan yang diucapkan pada upacara atau hanya sebatas label sebuah produk barang dan jasa saja ketimbang militansi, karena daerah sudah banyak yang mulai menyuarakan ketidak puasan atas dasar keadilan dan isu sukuisme dibawah permukaan yang tidak tampak tetapi ada.  Akankah perubahan yang dijanjikan pihak penguasa itu segera datang ? atau lambat datang ? atau mungkinkah hanya angan angan ? ........ selama korupsi tidak dapat berhenti jangan harapkan perubahan ke arah kehidupan yang adil dan sejahtera akan datang tetapi sebaliknya akan semakin mengerikan saja pertarungan jiwa kebinatangan yang amat jahat di kemudian hari ................... semua orang yang lemah berharap tetapi relakah yang merasa kuat ? ................. wallahu'alam bi shawab.

Selasa, 19 Januari 2010

REPLEKSI SKENARIO DAN MODUS OPERANDI ANULIRISASI


Lima tahun sudah terhitung sejak tahun 2005 hingga tahun 2010 sekarang ini masih saja kau dapat kesempatan untuk menjalankan skenario busuk dibalik semua kehalusan perilaku palsumu, tetapi tetap saja aku dapat melihat dan mencermati segala siasat itu dengan seksama dan sangat terperinci yang mungkin diluar jangkauan daya nalarmu yang bebal dan buta menurut ukuranku. Tak sesuatupun luput dari pengamatanku dalam bentuk apapun kiat yang engkau jalankan dan saya kira sudah banyak pula orang lain yang cukup mengenal performa maupun profil yang ada padamu, saya kira aku tidak berpendapat seorang diri tetapi banyak pula yang lain rupanya juga berpendapat begitu. Tak mengapa bagiku harus membayar beban yang tidak menyenangkan ini, sebab lebih baik aku tertipu dari pada aku sendiri yang menipu sehingga tidak mengotori kedua belah tanganku apalagi mengotori jiwaku dalam kubangan lumpur hitam dosa dosa kebusukan perilaku jahat.  Sebab Nabi saw telah bersabda bahwa : inna'mal amalu bin niat, dan aku tidak diutus kecuali untuk memperbaiki akhlak manusia, bukanlah termasuk golonganku orang yang akhlaknya buruk ", pesan ini kiranya sudah mencukupi bagiku dan dapat kujadikan sebagai pegangan dan tali yang kokoh selama hidup di dunia ini.  Beberapa hal yang dapat ku tarik catatan pada tingkah laku yang ada padamu, kira kira mencakup ciri ciri sebagai berikut :
  1. Kau memiliki sifat riya' sebagai tukang pandang yang didasari jiwa dengki dan iri.
  2. Sifat kesombongan bersemayam dalam jiwa karena merasa memiliki beberapa kelebihan yang semu.
  3. Sifat pembohong yang berpasangan dengan sifat penipu dengan tingkat kepiawaian yang dapat terbaca dalam melakukannya dalam tampilan kehalusan.
  4. Bernafsu meraih yang paling atas dengan merendahkan orang lain yang belum tentu tidak lebih rendah dan layak untuk berada di atasmu.
  5. Merasa pandai padahal tidaklah demikian halnya yang ada padamu, melainkan tidak memiliki tingkatan seperti yang engkau sangkakan ada pada dirimu.
  6. Tidak memiliki sifat menjadikan situasi menjadi lebih baik dari sebelumnya melainkan malah sebaliknya sesuatu yang jelas menjadi semu dan kacau.
  7. Musrik yang dicampur adukan dengan kebaikan apalah jadinya melainkan hanya menambah semu dan tidak jelas.
  8. Menyembunyikan kebejatan jiwa serapi rapinya dari pandangan manusia, memutar balikan fakta apalah jadinya melainkan hanya menunjukkan kepada manusia suatu kedekilan watak yang lambat laun juga akan diketahui oleh manusia.
  9. Bila berjanji tidak ditepati dan merasa bahagia di atas kesengsaraan orang lain yang sebenarnya memiliki hak dan potensi lebih tinggi darimu.
  10. Menjual hasil jerih payah orang lain dan juga hanya suka menjiplak selaku plagiat karya cipta intelektual orang lain yang diklaim sebagai keberhasilannya.
  11. Memeras keuntungan yg sebesar besarnya bagi diri sendiri dan meniadakan hak orang lain.   
  12. Merencanakan tipu daya dengan sebenar benarnya dan melangkah ke arah tujuan yang ilegal dengan beberapa tahapan halus dan segala cara. 
  13. Sangat menikmati hasil kejahatan tersebut dan tidak ada kesan sesal sedikitpun pada rona wajah dan tingkah laku namun ada kesan sifat bagaikan ular yg diam menelan mangsanya.
  14. Senang melakukan fitnah dengan mengajak orang orang lain untuk melakukan rencana tersebut dengan niat sungguh sungguh.
  15. Tidak terlalu memahami agama walaupun penampilan dan ucapan seolah agamis, tidak ada beban moral untuk melakukan sesuatu kegiatan yang bernuansa sebagai ukuran pembeda keimanan atau akidah terhadap agama lain, terkesan agama hanyalah formalitas.
  16. Munafik dan licik dalam berpikir dan ber perilaku dan sebenarnya lebih banyak berada di wilayah zona berfikir dan berperilaku syetaniah dari pada hidayah.
  17. Kalimat yang diucapkannya lebih banyak unsur riya' dari pada unsur tulus ikhlas dan kebenaran sebagai bentuk ungkapan jiwa penipu sejati.
  18. Berwatak makelar atau menjual orang lain atas sesuatu yang palsu dengan sangat tenang bagaikan orang baik, padahal sebenarnya perwujudan syetan dari golongan manusia.
  19. Dari segala macam sifat keburukanmu tersebut diatas kau dahulunya pernah mendapatkan hukuman beberapa saat lamanya yg telah membuatmu menjadi bagian dari golongan orang orang sakit hati dan sekarang mendapat kesempatan untuk balas dendam walaupun orang yg dahulu menghukumu sudah tidak ada lagi.
  20. Tidak sama antara ucapan dan perbuatan dan juga apa yang ada didalam dadamu, itu yg selalu ber ulang ulang kau lakukan sebagai adat kebiasaan.
  21. Mampu mempengaruhi orang lain untuk berlaku seperti yg kau mau dengan bumbu cerita yg kau berikan dan opini yg kau buat yg tidak sesuai dengan fakta yg sebenarnya.
  22. Lebih condong merekrut, memberikan hak dan mengumpulkan orang orang yg kurang akal dan tidak pandai dan dari golongannya sendiri, serta merampas hak dengan segala cara pada orang orang yg  lebih berhak untuk sesuatu yg dirampasnya tersebut.
  23. Kedengkian yg sangat dominan dan tidak tanggung tanggung disertai dengan niat yg amat sangat dalam melaksanakannya nyata maupun tidak kasat mata ......... maka hal tersebut menambah semakin nyata  bahwa kau selaku syetan dari golongan manusia.
  24. Mengusir orang yg memiliki hak dengan menjebak, menikam dari belakang, menggunting dalam lipatan, lempar batu sembunyi tangan, menghinakan dan sifat pecundang lainnya.  
  25. Mendapatkan promosi dalam meniti karier dahulunya dari hasil sebagai penjilat kepada orang orang pengkhianat, munafik dan kafir walaupun hal tersebut menelan korban jiwa manusia tak bersalah dan tumpahnya darah.
    Mungkin masih banyak yang lain yang belum kusebutkan disini ya lain kali mungkin ..................
Adapun daya upaya jahat dan tersembunyi dari pandangan manusia secara umum yg telah kau lakukan kepadaku selama ini dapatlah ku rangkum sebagai berikut : 
  1. Pada tahun 2003 kau telah memasukkan salah seorang dari orangmu yg berasal dari tempat kerja serumpun yakni dari luar pulau ke tempatku bekerja, guna me mata-matai ku, mempelajari kegiatanku, menggali informasi pribadiku sampai ke keluarga dan asal usulku, mengamati kelebihan dan kekuranganku, serta informasi lainnya dalam rangka mempersiapkan orangmu tersebut untuk menggeser dan menggantikan peranku di tempat kerja kelak dikemudian hari yang telah diperhitungkan.
  2. Pada tahun 2005 kau bersama seorang pelindungmu di pusat telah merencanakan dan melaksanakan suatu tindakkan terhadapku atas masukan dari orangmu yang ada ditempat kerjaku tersebut diatas, yakni memecatku dan membuangku ke pusat.
  3. Akhir tahun 2005 setelah beberapa saat aku berada di pusat dan tidak terbukti kesalahanku dan orang pelindungmu di pusat mengembalikanku ke tempat kerja asalku maka kau marah ke padaku secara lisan.
  4. Awal tahun 2006 kau mendapat posisi dari pusat untuk berkuasa di tempat kerjaku, mulai saat itu tampak dalam kehalusan perilakumu berupaya untuk mengusirku yg ke dua kalinya dari tempat kerjaku.
  5. Pertengahan tahun 2006 hal tersebut terbukti yakni atas surat dari orang pelindungmu di pusat  juga telah berhasil membuangku ke luar pulau di daerah Timur.
  6. Tahun 2008 orang pelindungmu di pusat sudah pensiun, sedang penggantinya bersifat netral kepadaku, maka pada pertengahan tahun 2008 beliau mengembalikanku ke tempat asal kerjaku semula dimana kaulah yg masih berkuasa di tempat ini.
  7. Akhir tahun 2008 beliau penguasa pusat memberiku peran setaraf peranku semula di tempat kerjaku ini, setelah aku melakukan peran tersebut sesuai hak dan kewajibanku maka selaku penguasa tampak kau selalu berulah dan berusaha menjatuhkanku pada setiap saat tanpa henti-hentinya dan dengan segala cara serta berbagai tipu muslihat.
  8. Pertengahan tahun 2009 kau telah memecatku dari peranku di tempat kerja secara sepihak dan tanpa dasar yang jelas dan tidak masuk akal sama sekali serta tidak prosedural dengan mengabaikan surat keputusan pusat sebagai landasanku tetap bekerja pada posisiku, hal ini sebagai bukti mutlak tindak kriminalisasi yg kau lakukan kepadaku.
  9. Hingga awal tahun 2010 ini kau telah membuatku ter katung katung dalam ketidak pastian dan  hal tersebut merupakan upayamu secara sungguh sungguh dan terus menerus untuk selalu menganulirku, menyerangku, menghancurkanku dan menghinakanku di muka umum.
Tak apalah aku harus menanggung segala kesusahan ini karena memang sudah kepalang basah,  kepadamu aku tidak berhajat karena sesungguhnya engkau adalah syaithon, tetapi kepada Tuhankulah kusandarkan segala urusanku dan hajatku, Allahu akbar walla illaha illa Allah wahdahu laa syarikallahu yaa Allah Engkau Maha Tahu bahwa aku tidak pernah berhubungan dan berbuat salah kepada orang itu sebelumnya tetapi kenapa tiba-tiba orang itu mulai tahun 2005 melaksanakan perbuatan jahat kepaku dengan sebenar benarnya .... yaa Allah atas segala apa yang telah hilang dariku selama 5 tahun ini aku serahkan kepadaMu dan kuucapkan inna lillahi wainna illaihi roji'un .......... tidak lupa salam dan sholawatku kepada beliau Nabi saw ........ amin yaa Robbal 'alamina.

Jumat, 15 Januari 2010

TAHUN 2010 MULAI DIBONGKARNYA MAFIA HUKUM


Terhitung sejak berakhirnya tahun 2009 yang lalu situasi kebobrokan moral para pejabat sudah mulai ramai terbongkar ke permukaan khususnya pada ranah penegakan hukum pada tingkat elit pejabat pusat yang kalau diperhatikan secara seksama merupakan sebuah sejarah besar sindikasi  penyelewengan bersama antar (lintas) departemen dan oknum swasta yang pada waktu waktu sebelumnya tidak pernah terungkap secara bersamaan.  Tetapi apa yang terjadi di penghujung akhir tahun 2009 ini sungguh sebagai tonggak sejarah bagi publik bahwa antara program pemerintah yang sedang dijalankan dan di gembar gemborkan selama ini sebagai langkah reformasi birokrasi dan kultur birokrasi menuju ke arah birokrasi yang bersih telah terbukti secara fakta bahwa hal tersebut lebih condong hanya sebagai jargon kosong belaka dan ibarat nyanyian indah yang menipu semua orang.  Kalau representasi atau cerminan di tingkat puncak elit terbukti bobrok seperti itu betapa banyaknya lagi kebobrokan lainnya pada level yang lebih rendah, tentu sangat banyak sekali jumlahnya, walaupun sudah ada beberapa yang terbongkar tetapi jumlahnya hanyalah beberapa persen saja dan tidak mencerminkan fakta sebenarnya yang ada dimana jumlahnya sudah barang tentu jauh lebih besar serta belum tersentuh sama sekali hingga saat ini alias masih banyak yang tetap saja berjalan melakukan penyelewengan secara kontinyu dalam status aman-aman saja. Peristiwa terbongkarnya kasus yang melibatkan petinggi Polri, Kejaksaan Agung, KPK, Bank Century dan makelar kasus kelas kakap Anggodo mulai akhir tahun 2009 hingga awal tahun 2010 merupakan tonggak sejarah paling penting yang perlu digaris bawahi dalam menggambarkan kondisi riil aparat maupun pejabat selama ini secara umum yang sudah merupakan bentuk kartel dari pada pemegang amanat pengabdi negara dan pelayan rakyat.  Sebab hingga saat sekarangpun praktek kanibalisme terhadap perilaku jujur aparat pemerintah oleh para oknum masih terus berlangsung dimana saja walaupun tidak tampak muncul di permukaan tetapi kenyataanlah yang mengatakan kondisi yang sebenarnya. 
Gebrakan program pemerintah dalam memerangi mafia hukum di awal tahun 2010 ini sebenarnya dijadikan tumpuan harapan oleh rakyat banyak dan berbagai pihak yang pro terhadap keadilan dan yang selama ini merasakan betapa pahitnya terus menerus tertindas oleh kultur bobroknya birokrasi.  Banyak manusia yang baik dikalangan aparat pemerintah tetapi banyak pula diantara mereka hanya sebagai pelengkap penderita kalau tidak dibilang sapi perahan sepanjang pengabdian dinasnya yang hanya berhenti dikala pensiun secara alami maupun tidak alami.  Pertunjukan awal gebrakan satgas anti mafia hukum adalah penyelewengan dalam lembaga pemasyarakatan Pondok Bambu Jakarta, dimana didapatkan adanya nara pidana (ny. Ayin)  yang menikmati fasilitas mewah yang tidak seharusnya terjadi di dalam lembaga pemasyarakatan.  Hal tersebut hanya sebagai salah satu contoh awal sebagaimana yang dijanjikan oleh satgas anti mafia hukum dalam rencana menjalankan program kerjanya selama 2(dua) tahun ke depan hingga akhir tahun 2012 .............. istilah pedagang sebagai pelaris ......... hhhhhhhhhhhh ............... dan sudah ada warning lagi bahwa dalam waktu dekat akan diumumkan lagi temuan yang lebih baru dan besar ........... tunggu saja tanggal mainnya ......  Pertanyaan besar yang patut dipikirkan dan direnungkan oleh kita semua yang pro keadilan adalah  akan dapat berhasilkah misi satgas anti mafia hukum tersebut dalam masa 2 tahun ke depan ?, bagaimanakah jadinya bila yang diawasi dan yang mengawasi saling bersiasat seperti yang selama ini terjadi dan sudah ada yakni waskat, wasrik, inspektorat pengawasan, inspeksi, supervisi, audit, peraturan dan lain sebagainya ? apa pula kira-kira yang akan terjadi ke depan ? akan lahirkan para pahlawan pejuang kebenaran ? akan ramaikah kasus kasus dengan modus baru ? atau akan terjadikah situasi dan kondisi baru yang kondusif ataukah sebaliknya malah terjadi chaos ? dan masih banyak lagi pertanyaan yang tidak terduga sebelumnya ? .............. kalau meminjam kata pepatah misalnya : masyarakat diibaratkan susu sebelanga dan kejahatan sebagai nila setitik maka akan rusaklah susu sebelanga ................. namun bila perumpamaan tersebut dibalik dimana kejahatan diibaratkan sebelanga dan kebaikan sebagai setitik susu maka apalah artinya ................. selain tidak akan pernah bisa mengubah keadaan melainkan tetap saja ................ memang diperlukan optimisme dalam melangkah melaksanakan program menuju hasil yang hendak dicapai ......... tetapi kalau situasi dan kondisinya apatis dan tidak tampak antusiasme di kalangan luas publik secara menggelora dan menggebu gebu rasanya sulit juga untuk bisa dibayangkan perubahan yang hendak dicapai dapat berhasil .............. atau mungkin akan ada perubahan sedikit walaupun tidak signifikan ............. hal itu sudah lebih baik dari pada tidak pernah ada usaha sama sekali ................ lebih baik dicoba dari pada tidak sama sekali .......... sebab monyetpun juga suka mencoba coba apalagi kita sebagai manusia tentu wajib berusaha ......... kalau kita simak ajaran dalam kitab suci Al Qur'an : " Tuhan tidak akan merobah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri berusaha untuk merobahnya ...... " disinilah letak tantangannya yakni diperlukan adanya pahlawan yang secara tulus ikhlash berani dan konsisten untuk bertindak melakukan perobahan apapun resikonya tanpa memikirkan kepentingan pribadinya tapi semata mata karena kewajiban dan tujuan hidupnya sesuai dengan keyakinan agamanya yang lurus serta sumpah sebagai abdi negara dan bangsa .............. adakah manusia seperti ini sekarang di tengah tengah kita ? ........... pahlawan palsu banyak ............. pahlawan setengah hati banyak ............ yang hanya berdiam diri asal selamat sangat banyak ................. begitu juga yang takut dan tidak punya nyali sangat banyak ............. yang masa bodoh tidak peduli juga sangat banyak ................ yang sembunyi dibalik segala kejahatan yang telah dilakukannya juga sangat banyak ................. yang tersinggung dan marah atas kejahatan yang telah dilakukan dan akan melakukan perlawanan dalam segala bentuknya juga sangat banyak ................. yang kepingin mendapat kesempatan dalam kesempitan dalam menjalankan kejahatan dan pengkianatan juga sangat banyak dan sudah ngantri ............ apalagi yang kurang ............ yaa semua itu tinggal menunggu waktu tentang apa yang akan terjadi adakah dinamika ke arah keadilan sosial yang sesuai dengan cita cita proklamasi ? ................... wallahu 'alam bishawab ......... sekian.

Kamis, 07 Januari 2010

YG BENGKOK JADI LURUS DAN SEBALIKNYA


2 (dua) hari yang lalu Presiden mengeluarkan pernyataan yang cukup keras dan sangat serius dalam konteks penegakan hukum di Indonesia dimana hingga saat ini masih saja menunjukkan keadaan yang belum berubah ke arah perbaikan citra buruk yang sangat erat melekat pada pelaksanaan penegakan hukum secara umum di Republik ini.  Keprihatinan dan peringatan keras tersebut patut kita berikan apresiasi yg besar mengingat sebagai salah satu element penting dalam melaksanakan pemerintahan yang tertip, bersih dan berwibawa guna menuju masyarakat adil makmur dan beradab adalah bila hukum dapat ditegakkan dengan semaksimal mungkin sesuai dengan fungsinya dalam menciptakan rasa keadilan yang sesungguhnya di semua jenjang strata sosial lapisan masyarakat.  Karena dengan buruknya penegakan hukum sebenarnya keadilan bagi masyarakat tidak akan pernah ada dan cenderung membawa negeri ini pada umumnya menuju ke arah kehancuran system tata kehidupan dan tata pemerintahan serta kehancuran permanen yang sulit untuk dilakukan perbaikan secara damai melainkan menuju kondisi revolusi fisik yang berlumuran darah.  Terhitung sejak zaman pemerintahan orde baru hingga orde pemerintahan repormasi saat ini wajah penegakan hukum tetap saja hitam kelam dan lebih sering abu-abu ketimbang putih bersih sebagaimana yang seharusnya sesuai amanat konstitusi, hal ini tidak terlepas dari SDM dan kultur korupsi yang telah menjangkiti semua aparatur negara sebab pada umumnya mereka lebih mengutamakan keuntungan pribadi secara materi demi mendapatkan uang melimpah dari pada melaksanakan sumpah jabatan yang telah di ucapkannya sendiri, kultur berkhianat telah menjangkiti semua aparatur negara dimanapun berada sebagai apapun predikatnya.  Maka dalam kenyataannya sehari hari yang dapat dijumpai adalah yg lurus dapat menjadi bengkok di tangan penegak hukum dan sebaliknya yang bengkok dapat dimanipulasi menjadi lurus, maka fenomena ini sungguh suatu pemutar balikan fakta yang sangat mengerikan dan bahkan lebih jahiliyah dibanding sejarah zaman jahiliyah tempo dulu di negeri Arab pada tahun 500 Masehi.  Kenapa hal demikian dapat terus eksis di negeri ini ? sulit untuk dapat menjawabnya secara tepat dan harus dimulai dari mana ? sebab kalau jawaban dimulai dari bagian bawah maka akan didapati bawah tergantung atas, kalau di mulai dari atas didapati bahwa atas itu banyak bertingkat tingkat, kalau dimulai dari yang paling atas maka akan didapati bahwa dibawahnya terlalu luas dan sangat banyak menyebar dimana mana dan sulit diawasi saking luasnya, nah kalau dicermati perkembangan situasi terkini sebagai tolok ukur maka juga kita dapati belum ada juga pejabat di tingkat daerah yang memproklamirkan diri guna menyambut anjuran gerakan intensif anti korupsi tersebut yang menjadi ikon gerakan pemerintah saat ini.  Lalu apa yang bisa diharapkan ke depan menuju sebuah perubahan ? rupanya menuju lebih baik atau tetap saja atau bahkan lebih buruk ? ......... waktulah yang menentukan dan tinggal melihat hasilnya kelak ................ keinginan melihat perubahan yang lebih baik kiranya hanya ibarat melihat hantu ......... yang samar kadang terlihat sepintas ........ tapi terus hilang tanpa bekas sama sekali .................... dan memang kita semualah hantu hantu Indonesia ini .............. he he he he he .................. susah dan sulit mengingatkan manusia .............