Laman

Kamis, 29 Oktober 2009

GEMPA VISI DAN MISI TERPANTAU 8 SR NDLEWER


Salah satu agenda besar skala nasional yang sedang diluncurkan pada era masa pemerintahan baru yang sedang berjalan ke depan tahun 2009 - 2014 di Republik Indonesia tercinta ini adalah target penegakan hukum demi tercapainya keadilan dan kepastian hukum sehingga tercipta rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat pada umumnya dan pemberantasan praktik korupsi pada khususnya. Berkaitan dengan agenda besar dimaksud maka salah satu dari lembaga tinggi negara yang berkompeten di bidang yudikatif telah meluncurkan program unggulan dalam rangka pembangunan kepercayaan masyarakat (trush building) sebagai icon yang harus terwujud pada akhir tahun 2009 guna meraih dukungan dan simpati publik agar tercipta tatalaksana pemerintahan bersih dan berwibawa menuju masyarakat adil makmur sejahtera sebagaimana telah digariskan dalam landasan konstitusi dasar negara  Pancasila dan UUD'45. Namun apa yang terjadi dalam perkembangan situasi dan kondisi terkini maka dapat kita saksikan bersama sebagai inkonsistensi implementasi komitment dengan indikator adanya fenomena kegempaan Visi dan Misi dalam ranah penegakan hukum di Indonesia barusan dengan magmitude amplitudo terpantau sekitar 6 - 8 skala Ritzcher pada badan meteorologi ndlewer yang mengguncang dan menggetarkan keras lembaga tinggi negara dan menimbulkan kepanikan dahsyat hingga di level akar rumput ....................... hhhhhhhhhhh kata Ebit G.Ade : rumput pun bergoyang .................... Indikator penyebab gempa tersebut diawali oleh adanya launching pekan olimpiade olah raga perang psikologis beberapa lambang species binatang melata, antara lain : buaya dan cicak mengikuti launching serupa yang telah mendahului sebelumnya yakni : tokek, kadal, ular dan tikus.

Apa yang dapat dipahami dari masing-masing lokal kontent makna filosophis dari setiap lambang binatang tersebut ? mari kita jabarkan, telusuri dan kita tampilkan ilustrasinya sebagai berikut :
1.  Buaya memiliki makna filosophis sebagai karakter pemangsa besar dan sangat berbahaya sesuai dengan potensi kemampuannya yang dahsyat.
2.  Cicak memiliki makna filosophis sebagai karakter pemangsa kecil yang tidak membahayakan.
3.  Tokek memiliki makna filosophis sebagai pemangsa kecil tapi intensitas resonansi gelombang suaranya besar dan keras melebihi ukuran physiknya dan dapat memancing serta menarik perhatian publik namun kadang juga suaranya menakutkan. 4.  Kadal adalah typologi penipu profesional bahkan buayapun sering dapat di kadalin. 5.  Ular adalah typologi mbulet dan berbelit belit dalam segala hal dan bahkan segala sesuatu urusan menjadi tidak jelas akar permasalahannya. 6.  Tikus adalah typologi koruptor yang suka mencuri dengan segala cara/modus pada basis multidimensi strata sosial kewenangan mulai dari kelas paling kecil hingga kelas kakap. Nah sekarang apa pelajaran yang dapat diambil dari fenomena tersebut diatas ? ............... gempa bumi sudah sering terjadi, gempa visi misi juga sudah terjadi, lambang binatang buas (binatang melata) sudah berkumpul ............... kalau mau tinggal menarik telusur ke referensi kitab suci agama Islam, yakni Al Hadist :  " salah satu tanda dari tanda-tanda akan datangnya kiamat (malapetaka) adalah apabila binatang binatang buas dan binatang binatang melata telah berkumpul ..... ", kemudian bagaimana menafsirkan dan menterjemahkan informasi tersebut kedalam situasi dan kondisi aktual yang ada sekarang ? ............. apakah isu kaidah pembuktian suatu kasus dengan methode kriminalisasi akan makin marak makin populer dan makin ngetrend ? ............... yooo sak karepmu wong kabeh wis suwe olehe podho ndlewer kok ........... atau mungkin langkah paling bijak tanya saja kepada  Ki Dalang Manteb. S : lakone nopo pak Manteb ? ........ perang buto cakil lawan buto terong ................ hhhhhhhhhh ....... terus yang menang siapa ? ................. yaa dalangnya dong kan plus bonus hadiah pesindennya yang cuantik sekali ......... hhhhhhhhhhhh makanya terjadi gempa 8SR ndlewer ............. hhhhhhhhhhhhh ............... coba kita perhatikan bait nyanyian zaman kuno dulu : othok othok unine tekek .......... cino totok jenenge singkek ............... mblayu mblayu kepleset telek ................. tibo ndhodhok kathoke suwek ....................... hhhhhhhhhhhhhhhhh

Kamis, 22 Oktober 2009

BOM KETAWA SEGAR DI SENAYAN JAKARTA


Apa yang telah dikawatirkan oleh banyak pihak selama ini tentang prediksi akan adanya ancaman teror bom pada even terpenting yakni acara prosesi kenegaraan pelantikan Presiden dan wakil Presiden RI terpilih periode masa jabatan 2009 - 2014 di Jakarta terbukti tidak menjadi kenyataan. Kondisi aman dan kondusif semacam ini dapat diperoleh dan dapat tercipta berkat usaha keras dan upaya pengamanan yang sangat signifikan yang telah dilakukan oleh semua pihak terkait yang berkompeten dalam bidang pengamanan khususnya TNI dan POLRI dan unsur unsur komponen bangsa secara umum dalam membangun sinergi secara komprehensif. Kita patut memberikan apresiasi dan acungan jempol kepada semua pihak dan semua unsur terkait yang telah mendukung dengan sepenuh hati baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri sehingga acara prosesi besar tersebut dapat mencapai sukses dengan gemilang ............ marilah kita ucapkan bersama puji  syukur Alhamdulillah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala ridhloNya amin. Memang pada acara serupa semacam ini di bumi Indoneisa kalau kita cermati dengan seksama dari perjalanan sejarah yang terus berulang setiap 5 tahun sekali belum pernah ada sebuah acara besar yang nuansanya sangat unik seperti yang  telah tertjadi kemarin pada tanggal 20 Oktober 2009 di gedung MPR Senayan.  Mengenai hal keunikan dimaksud kiranya sudah banyak pihak yang telah memberikan komentar dengan berbagai argumen sesuai kapasitasnya masing masing namun secara umum masih dalam batas batas yang cukup wajar. Itulah dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang cukup positif sebagai kaidah kosmologi dalam perputaran jarum penunjuk waktu kehidupan dinamis guna menumbuh suburkan improvisasi inovatif  yang dapat menyegarkan dan menyehatkan domain jagat pikiran manusia di dunia pada umumnya.

Apakah pelajaran yang dapat kita ambil sebagai learning point dari prosesi tersebut diatas ?! sebelumnya saya ucapkan rasa salut dan kagum yang setinggi tingginya kepada beliau Yang Mulia bapak Ketua MPR Taufik Kiemas selaku pimpinan sidang selamat dan sukses pak ..... !!!!! Apa yang telah bapak persembahkan dari prosesi kemarin telah sangat menyegarkan pikiran hampir semua rakyat Indonesia pada umumnya termasuk saya ......... karena sekarang saya bisa tertawa segar bersama mereka yang juga tertawa sehingga beban pikiran yang berat jadi sirna dan sehat bugar kembali ................ Alhamdulillah ............. amin ............... he he he he .................. bersama kita bisaaa ....................   Satu hal pelajaran yang bisa diambil adalah ketika semua personil yang bertanggung jawab dalam bidang keamanan dan pengamanan jalannya sidang akbar dimaksud telah dan sedang melaksanakan tugasnya masing masing dengan disiplin ekstra tinggi terhadap kemungkinan adanya peluang sekecil apapun dari bentuk ancaman dan gangguan pelaku terorristme khususnya para pelaku bom bunuh diri atau bentuk bentuk ancaman bom lainnya ................ eeeeeeeeeee ternyata hasilnya nihil tidak ada itu yang namanya terorrist ........................... dan ternyata bom yang ada adalah bom sehat dan segar yang sangat berkhasiat dan dapat menyegarkan serta menyehatkan semua orang yang hadir maupun khalayak ramai yang mengikuti dari media elektronik maupun media cetak .......................... bom apa itu yang berkhasiat segar dan sehat ?! ......................... he he he he  apa lagi kalau bukan bom yang diberikan oleh bapak ketua sidang ...................... yakni bom ketawa .................... he he he he  baik yang ketawanya ditahan atau tidak yang jelas toh pada akhirnya ledakan suara ketawanya bergemuruh juga memenuhi ruang sidang tooooooo ?! ................... tidak terkecuali tim pengamanan toooooooooo ?! ...................... laa iyalahh donggg ................ Nah sekarang kalau semua sudah bisa ketawa kan akal dan pikirannya bisa menjadi sehat kembali kan ?! ..... laa iyaalah dong .................. makanya sekarang mari kita ucapin terima kasih yang sebesar besarnya kepada beliaunya yakni bapak ketua sidang ................... ketawa itu rahmat dari Tuhan loooooo .................. sekian.

Selasa, 20 Oktober 2009

SIAPA YANG MENABUR ANGIN AKAN MENUAI BADAI


Sejarah panjang perjalanan hidup umat manusia di muka bumi telah dimulai entah sudah berapa ribu tahun yang lalu berdasar berbagai perhitungan yang dilakukan oleh para ahli ilmu sejarah, ahli ilmu arkeologi, ahli ilmu astronomi, ahli ilmu agama dan lain sebagainya secara umum telah menunjukkan bahwa terdapat berbagai fakta sejarah yang merepresentasikan timbul tenggelamnya dynamika sejarah peradaban kehidupan umat manusia di muka bumi ini dari berbagai penggalan waktu masa kehidupannya. Betapa banyak fakta sejarah peradaban bangsa bangsa jaman kuno yang telah hidup mendiami bumi ini dari waktu ke waktu silih berganti telah menjadi bahan pembelajaran yang sangat penting ditinjau dari segala aspek kehidupan bagi manusia yang hidup di masa kini. Didalam ketinggian puncak peradabannya masing masing bangsa tersebut, tampak bahwa selama mengarungi perjalanan sejarah pada masanya tidak dapat dilepaskan dari segala bentuk permasalahan yang membelit dan berkembang didalam masyarakat yang pada titik klimaknya akhirnya lama kelamaan berujung pada masa masa tragis atau masa fatal yakni menuju sebuah kondisi kehancuran total dari eksistensinya sebagai suatu bentuk komunitas bangsa yang mendiami bumi dalam artian pendulum waktu telah kembali lagi ke titik nol dan tiada lagi dynamika nafas kehidupan peradaban. Sesungguhnya secara filosophis maupun teori emphiris bentuk ikatan jalinan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara umum dari umat manusia, atau kalau kita pecah ke dalam bentuk satuan partiil menjadi bentuk komponen komponen penyusun dan pembentuk bangsa mulai dari bentuk ikatan lembaga atau badan, organesasi massa, organesasi politik, organesasi pemerintah, organesasi swasta, kelompok kelompok kecil sampai ke bentuk ikatan rumah tangga seluruhnya dapat di ibaratkan sebagai sebuah bahtera atau sebuah perahu yang sedang mengarungi samudera kehidupan nan luas di muka bumi ini menuju pelabuhan kehidupan sebagai tujuan akhirnya. Hanya hasil akhirnya disini yang sangat menentukan adalah dari berbagai upaya dalam mengatasi tantangan hambatan dan ancaman gelombang permasalahan yang menimpanya selama mengarungi samudera kehidupan tersebut apakah mampu diatasi atau tidak oleh bahtera yang menjadi representasi masyarakat umat manusia tersebut, seberapa besar gelombang yang menghadang dan seberapa banyak gelombang terjadi, sepiawai apa nahkodanya mengendalikan kemudi, seberapa kompak para awak kapal dan penumpangnya dalam mengatasi masalah bersama ?! .............. apakah gelombangnya yang berupa tantangan, hambatan dan ancaman tersebut hanya berasal dari luar bahtera ?! atau bahkan timbul dari dalam bahtera ?! atau bahkan timbul dari dalam dan dari luar bahtera ?! ............... atau bahkan masih mungkinkah kompas penunjuk arah laju bahtera masih tetap menuju ke arah pelabuhan yang hendak dituju atau bahkan arah laju bahtera telah melenceng jauh dari arah  posisi lokasi pelabuhan yang dituju ?!  yang akhirnya laju arah bahtera tersesat dan menabrak karang kemudian hancur atau mungkin kandas ?! ............. atau akibat paling fatal  adalah akhirnya bahtera beserta para awak dan segala yang ada didalamnya tenggelam ditelan samudera ?! ...................... Semua itu telah terdapat dalam fakta sejarah kehidupan bangsa bangsa dari umat manusia yang banyak tersebar dimuka bumi ini bagi yang mau mengambil pelajaran darinya......................... seberapa banyak manusia yang mau mengambil pelajaran ?! ............................ yaaahhh idem dito manusia sama saja dahulu maupun sekarang .....

Dalam konteks permasalahan kehidupan umat manusia di zaman modern sekarang ini, tidaklah terlalu jauh berbeda atau bahkan mungkin sama saja dengan apa yang terjadi pada manusia serupa yang hidup di masa sejarah dahulu kala, sebab secara kodrati dan sesuai dengan takdirnya manusia adalah makhluk hidup yang sifat azalinya selalu bergolak dalam pertarungan hawa nafsunya sendiri. Demi mendapatkan harta duniawi baik apakah itu berupa (dalam bahasa jawa : sandang, pangan, papan, kendaraan, kemewahan) atau (harta, tahta, wanita), atau pangkat, jabatan, kekuasaan dan lain lain, maka kebanyakan manusia akan menempuh segala cara baik maupun buruk tanpa peduli dampak dan akibatnya yang penting tujuannya dapat tercapai. Dalam kurun waktu sekitar 1 (satu) dekade belakangan ini telah kita ketahui bersama bahwa negara negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam telah menjadi korban kekejian yang dihembuskan bak hembusan bakteri oleh negara negara Barat yang nota bene merupakan representasi masyarakat non muslim. Mereka melalui jaringan kaki tangannya yang tersebar di seluruh dunia telah menaburkan angin fitnah terhadap orang orang Islam dengan cara cara yang sangat keji, bahkan di beberapa negara antara lain : Palestina, Pakistan, Afghanistan, Irak, Sudan, Somalia dan lain lain, taburan angin fitnah tersebut telah berubah menjadi badai malapetaka yang menerjang dan melumat bahtera serta sendi sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi umat Islam.  Umat Islamlah di zaman modern sekarang ini yang dijadikan korban dan obyek kejahatan biadab dari orang orang kafir dan orang orang munafik. Langit dan atmosphir masyarakat Islam dijadikan gelap, dikacau balaukan, diputar balikan oleh mereka para pemuja duniawi dengan dalih yang mereka buat sendiri standart kebenarannya.  Diakui atau tidak sesungguhnya mereka berharap dengan demikian umat Islam dimuka bumi akan dapat ditumpas dan musnah dari muka bumi kecuali yang tertinggal hanya sedikit dan tidak memiliki arti signifikan. Sesungguhnya di dalam kitab suci Al Qur an dan Al Hadist telah sangat jelas diterangkan demikian :  Sesungguhnya orang orang kafir dan orang orang munafik itu tidak suka melihatmu (muslim), mereka itu (orang kafir dan orang munafik) selalu merencanakan tipu daya dan kejahatan kepadamu (muslim) dengan sebenar benarnya, maka Allah pun merencanakan tipu daya kepada mereka (orang kafir dan orang munafik) dengan sebenarnya pula, mereka itu (orang kafir dan orang munafik) tidak akan mengikuti kamu (muslim) sampai akhirnya kamu menjadi seperti atau mengikuti mereka (menjadi kafir dan munafik) ....... dan masih banyak lagi yang lainnya ......................... Nah dari sinilah kita dapat ber introspeksi diri ........ sebab pada zaman dahulu banyak Nabi hidup se zaman, kemudian pergantian Nabi Nabi besar atau Rasul terjadi pada kurun waktu sekitar 800, 600, 500 tahunan ............. dan sekarang Rasul terakhir ( Nabi Muhammad saw) telah meninggalkan umat manusia di muka bumi ini terhitung 1400 tahun .................. Lalu apakah sekarang kita akan mengatakan bahwa Amerika atau bangsa Barat itu Nabi yang harus kita ikuti ?! .... Naudzubillahi min dzalik mereka itu Dagjal yang amat sangat kekafirannya .................. itu demit bin syetan he he he he he ....................................  thuyul dan mbah yul .............................. di tangan kirinya surga dan di tangan kanannya nereka ........................ bukan lagu madu di tangan kananmu dan obat batuk di tangan kirimu .................... itu sih mending ................ he he he he ...................

Sebuah peradaban manusia yang akhirnya hancur betapa mungkin dapat dibangun kembali peradaban baru dalam waktu singkat diatas puing puing kehancurannya ?!.  Ibarat membangun sebuah kehidupan dibekas kawah gunung berapi yang belum juga padam sepenuhnya akan sangat sulit dicapai sebuah bangunan peradaban maju masyarakat manusia sebagaimana sebelum terjadi malapetaka dahsyat yang menimpanya.  Apakah akan mudah membangun kembali masyarakat Palestina, Irak, Afghanistan, Pakistan dan lainnya dari puing puing kehancurannya ?!  ............ sudah barang tentu tidak mudah .................... Kemudian kenapa sekarang ini ditaburkan angin isu terorristme di dunia muslim tidak terkecuali di Indonesia Raya tercinta ini ?! Sudah diperhitungkankah konsekwensi logis badai yang akan terjadi di kemudian hari apabila terus menerus dihembus hembuskan angin atau ditaburkan angin isu dalam jangka waktu lama tanpa batas ?! ................ Naudzubillahi min dzalik .... semoga cepat berhenti dan sadar mereka mereka yang menabur angin isu itu sehingga tidak akan berkembang menjadi badai yang akan menerjang dan melumat apapun yang ada di muka bumi Nusantara tercinta ini  .............. amin yaa Robbal alamin ...................................

Rabu, 14 Oktober 2009

GEMPA BUMI BUKANNYA TANPA MAKNA


Gempa Bumi dalam skala kecil maupun besar telah banyak terjadi di wilayah patahan cesar sepanjang daerah cincin api hingga samudera pasific meliputi wilayah negara Indonesia, Filipina hingga kepulauan Samoa dalam periode waktu hampir 1(satu) dekade terakhir.  Manusia dalam memahami penomena ini lebih banyak menggunakan sudut pandang ilmiah dari segi ilmu geologi dimana mekanisme gempa secara alamiah berasal dari pergerakan kontinue lempeng kerak kulit bumi yang terus menerus bergerak dengan kecepatan 0,7 cm per tahun dimana lempeng indoAustralia bergerak menyusup (subduksi) mencongkel lempeng Eurasia termasuk didalamnya cesar (patahan) ontong jawa dan cesar sumatra serta cesar moluska (sulawesi) sehingga tegangan yang terjadi dapat menimbulkan patahan tektonik dengan pelepasan tenaga berupa gempa yang getarannya dapat dirasakan dan berdampak fatal bagi penduduk dimuka bumi khususnya daerah yang berada diwilayah epicentrum pada zona cincin api tersebut.  Hal itu benar adanya dan dapat dibuktikan secara emphiris berdasar kaidah ilmu geologi kebumian yang di zaman sekarang telah berkembang cukup pesat atau telah mengalami kemajuan sangat signifikan.  Segala dampak telah dialami oleh penduduk bumi pada zona ektrim gempa tersebut, bahkan kerugian materiil maupun kerugian immateriil sudah dapat kita ketahui bersama sekarang ini dengan fakta dampak yang cukup atau sangat mengerikan mulai dari Aceh, Yogyakarta, Padang dan lain lainnya. Sangat jarang kita jumpai adanya ulasan berkaitan dengan penomena gempa ini yang membahas dari sudut pandang pelajaran agama, kenapa bisa jadi begini ?! ................ yaa mungkin orang sekarang sudah merasa mampu oleh segala sarana dan pra sarana yang dimilikinya pada zaman yang serba keduniawian ini, mulai dari kemampuan finansial, peralatan, komunikasi, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya sehingga yang tampak hanyalah sesuatu yang rasional dan mudah dipahami secara logika keilmuan duniawi saja dan selebihnya hanyalah ilusi belaka yang tidak memiliki makna signifikan.  Disinilah mulai tampak bahwa ciri-ciri umum manusia zaman sekarang sudah hidup dengan filosophi sekuler dimana agama hanyalah sebagai stigma belaka yang tidak memiliki makna secara kosmologi  yakni tautan secara integratif mulai dari dalam diri manusia (mikro kosmos) dalam hubungannya terhadap alam semesta (makro kosmos).  Manusia zaman sekarang adalah manusia bermental duniawi yang terlepas sama sekali dengan esensi substansi irasional yang eksistensinya terkait erat dengan urusan ukhrowi atau dengan kata lain hanya paham dengan urusan jasmaniah tetapi buta sama sekali dengan urusan kerohanian atau sesuatu yang sifatnya irasional dalam arti esensi substansi yang melekat erat dan sangat berpengaruh pada dirinya dalam berperilaku dikehidupannya sekarang maupun nanti setelah kematian datang.

Sesungguhnya dalam ajaran agama Islam hal tersebut telah sangat jelas diterangkan dalam kitab suci Al Qur an maupun Al Hadist : Bahwa apabila bumi diguncangkan dan gunung gunung diperjalankan maka manusia akan bertanya mengapa bumi menjadi begini ?!, kami balik negeri kaum Luth itu dimana yang di atas kami jadikan yang dibawah, siapakah diantara kalian yang merasa aman dari azab Tuhannya ?! yang akan menimpa kalian dikala kalian sedang tidur dimalam hari atau sedang istirahat di siang hari, sesungguhnya apabila manusia itu mensyukuri nikmat Tuhannya maka akan Ku bukakan pintu rezeki dari arah bawah bumi dan dari langit diatas mereka, tetapi apabila kamu kufur maka azab Tuhanmu sesungguhnya amatlah pedih, takutlah kamu akan azab Tuhanmu yang tidak hanya akan menimpa orang-orang yang berdosa saja tetapi juga orang-orang yang tidak berdosa,  dan lain-lain masih banyak lagi  .................... dan didalam hadist riwayat ada perkataan dari Amirul mukminin Sayidina Umar bin Khatab : sesungguhnya adanya gempa ini adalah karena banyaknya orang orang munafik didaerah ini maka apabila ada sekali lagi gempa ini aku tidak mau tinggal dan akan pergi dari daerah ini ................... Nah dari sinilah kita dapat melakukan introspeksi diri sebagai makhluk jenis manusia ............... karena semua kata kata Tuhan tersebut ditujukan kepada manusia ..................... manusialah yang banyak melakukan perubahan terhadap apa apa yang ada di dunia ini, jin dan hewan tidak demikian ....................... kenapa ?! mereka tidak bisa korupsi dan lain sebagainya sebagaimana yang diperbuat oleh manusia ................... hewan mau korupsi ?! hewan mau disuap ?! hewan mau kolusi ?! hewan mau nepotisme ?! hewan mau menyebar fitnah ?! ........... weleh weleh yaa hewan berkaki dua dan berdasi dong he he he he .................. lek wis weruh koyo ngono iku ojo trus di terus terusno olehe mursal ........... he he he he .................... ndang podho tobat ..............................

Senin, 12 Oktober 2009

MANUSIA SEKARANG LUPA AKAN ASAL KEJADIANNYA


Hiruk pikuk kehidupan duniawi di zaman modern sekarang ini telah merubah secara global tentang cara berpikir hampir seluruh manusia dimuka bumi yang lebih berorientasikan kepada materi dalam bentuk kemewahan kehidupan dunia serta kemapanan status sosial dalam masyarakat. Apapun jalan dan cara untuk mencapai kenikmatan kehidupan ditempuh terlepas dari batasan halal dan haram, makruf atau munkar, hak atau bathil atau secara umum lebih condong meninggalkan norma-norma agama dan norma kemanusiaan.  Bagi yang memiliki kemampuan kecil cara-cara yang digunakanpun juga bersifat kecil-kecilan, bagi yang punya kemampuan sedang, menengah atau tinggi maka selaras dengan kemampuannya pula melakukan tindakan yang mereka mampu dan memungkinkan untuk dilakukan.  Arena permainan dalam panggung sandiwara kehidupan bisa berada di lingkungan masyarakat umum, swasta, pemerintahan atau bahkan sindikasi dari ketiga komponen masyarakat tersebut dan dengan skala dampak yang sangat bermacam macam bentuk implikasinya, bisa halus tidak tampak hingga yang vulgar dan menimbulkan keresahan  di tingkat bawah, menengah maupun atas, pada eskalasi lokal, regional, nasional maupun tingkat internasional. Di zaman yang serba sulit dengan kompetisi antar manusia makin ketat dan berat, ditambah gaya hidup zaman sekarang yang cenderung bersifat konsumtif telah menyebabkan biaya hidup semakin tinggi serta menuntut semua manusia untuk bergelut lebih seru dalam memenuhi harkat martabat kehidupannya. Alhasil dari akumulasi semua tuntutan kehidupan tersebut telah merubah secara substansif karakter manusia yang sifatnya sangat mendasar akan segala perubahan tingkah laku dan cara berfikir hampir pada semua manusia zaman sekarang.  Kemudian pelan-pelan tapi pasti telah terjadi proses evolusi dalam perilaku manusia : pertama tama yang tampak adalah sifat egoisme mulai menjangkit dimana mana, kejujuran mulai menjadi barang langka, kesabaran menjadi sesuatu yang semu, apalagi keikhlasan akan semakin sulit dijumpai, kejahatan dengan skala kecil maupun besar akan menjadi suatu hal yang biasa dimana mana.  Apa sebetulnya hasil dari semua karakter manusia di zaman modern sekarang ini lebih dekat kepada upaya membangun sifat congkak yang membanggakan diri sendiri secara ego pribadi dan atau ego kelompok diatas pribadi lain dan atau kelompok lain dalam tataran persaingan hiruk pikuk kehidupan dunia modern. Di zaman ini sungguh sangat sulit untuk menemukan seorang pemimpin yang memiliki sifat jujur dan adil yang dapat dijadikan panutan dan tempat berlindung bagi orang orang yang seharusnya dilindungi secara adil dan bijaksana, sangat tidak mungkin untuk dijumpai adanya seorang pemimpin yang menjalani kehidupan yang bercirikan sederhana dalam hal materi maupun perilaku sehingga dapat menyadarkan manusia lainnya untuk berkiblat atau mencontoh sifat sifat kesederhanaannya yang dapat menjadi obat penyakit hati yang rata rata telah diderita oleh hampir semua manusia.

Didalam ajaran agama Islam sesungguhnya telah sangat jelas diterangkan dalam kitab suci Al Qur an dan Al Hadist, bahwa : manusia diciptakan dari sari pati tanah (karena semua makanan manusia semua berasal dari sari pati tanah baik dari tumbuhan maupun hewan) kemudian dijadikan nutfah (air mani) dan ovum (sel telor) yang setelah keduanya berpadu menjadilah sesuatu yang belum dapat disebut (gumpalan darah) dan kemudian berkembang menjadi segumpal daging (juga menjadi sesuatu yang belum dapat disebut) kemudian pada segumpal daging tersebut mulai ditumbuhkan tulang dan mulai diberikan bentuk (pelan pelan ke arah bentuk manusia) dalam tempo 9 bulan.  Setelah lahir sebagai bayipun juga tak kuasa untuk berbuat memenuhi dirinya sendiri, kemudian pelan pelan jiwa dan raganya tumbuh menuju kesempurnaannya sebagai manusia.  Dalam masa menjalani kehidupannya sebagai manusia, sesungguhnya manusia itu bagaikan rumput yakni :  pertama tumbuh kecil kemudian semakin besar dan subur, lalu menuju masa tua dan akhirnya kering mati lalu musnah diterbangkan angin.  Apa yang dapat kita petik bersama dari pelajaran tata urut kehidupan ini adalah bahwa kalau kita mau berpikir sesungguhnya manusia itu tak lebih hanyalah sesuatu yang terdiri dari seonggok tulang yang dibalut oleh daging,  Kalau kita sebagai manusia telah mati kemudian dikubur atau tidak melainkan hanya ditaruh di atas tanah, maka daging kita hanyalah akan menjadi makanan bakteri dan cacing (sindat) yang tersisa kemudian hanyalah tulang belulang yang tak mampu berbuat apapun.  Lalu apalah gunanya segala kecongkakan dan kesombongan kita semasa hidup ?! ......................... Tulang belulang kita hanyalah akan jadi benda mainan orang-orang yang hidup kemudian atau bahkan jadi pajangan atau mungkin hanyalah sampah ?! .............................. Apalah gunanya segala kesombongan semasa hidup kalau toh akhirnya hanya menjadi tulang belulang yang tak berguna ?! ................... nanti jangka waktu 500 atau 1000 tahun lagi akan jadi barang arkeologi ...................... ini looooo orang jaman dulu ................ dulu jenis orang ini hidupnya begini dan begitu looooooooo ............................. he he he he .............................. marilah ber introspeksi dan hidup tidak melampaui batas takdirnya sebagai makhluk jenis manusia ...........................

Kamis, 01 Oktober 2009

POLEMIK EXPLORASI DAN EXPLOITASI ISU TERORRISTME


Berbagai opini, artikel dan ulasan tentang isu terorristme telah banyak bermunculan di media masa (publik) dari waktu ke waktu makin variatif dan makin memperkaya khasanah tinjauan unsur jabaran yang berasal dari berbagai level nara sumber berdasarkan kompetensi masing-masing sesuai bidangnya dan target kepentingannya. Ada yang berlatar belakang edukatif, eksekutif, yudikatif maupun legislatif dan diluar itu semua ada juga yang berlatar belakang pandangan integratif dengan tujuan mengurai benang kusut atau benang ruwet dari hal-hal atau unsur-unsur yang bersifat partial berdasar berbagai nara sumber tersebut diatas agar dapat ditarik garis lurus yang jernih dan jelas sehingga akar permasalahan yang relevan transparan bisa dimunculkan dan dapat diterima oleh semua pihak dari semua golongan dalam masyarakat. Dalam hal explorasi permasalahan isu terorristme yang berkembang di Indonesia maupun dunia pada umumnya masing-masing pihak selaku nara sumber berangkat dari dasar logika berfikir dan kerangka (frame) berfikir yang sesuai dengan porsi proporsi tujuan kepentingannya mulai dari hulu sampai hilir tentang apa yang menjadi sasaran pokok target yang diharapkan. Maka dari sinilah muncul berbagai methode partial secara substansi sesuai porsi dan proporsi masing-masing pihak selaku nara sumber dengan hasil yang diharapkan pada sasaran target yang akhirnya didapat juga sangat variatif tapi bersifat edukatif yang kaya khasanah pada multilevel strata sosial masyarakat dan multi fungsi yang masih dalam koridor kepentingan berbagai element masyarakat yang secara esensial harus dapat berjalan simultan dan tidak mengakibatkan benturan kultural antar pihak dalam implementasinya di kehidupan berbangsa dan bernegara yang komprehensif adil dan beradab sesuai dengan falsafah hidup Pancasila. Kemudian yang menjadi pertanyaan sangat mendasar dalam upaya explorasi tersebut adalah apakah dari setiap methode yang diterapkan oleh masing-masing pihak tersebut bersifat : legal ataukah illegal, obyektif ataukah subyektif. akurat ataukah asal-asalan, bias ataukah fokus, derajad kepercayaannya tinggi ataukah rendah, esensi substansi permasalahannya steril ataukah terkontaminasi, universal ataukah puritan, tertib ataukah amburadul, dibangun atas dasar kejujuran ataukah manipulatif dan lain sebagainya yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan hasil yang berimplikasi sangat variatif. Tidak dapat dipungkiri atau bahkan mungkin dihindari bahwa pada akhirnya akan terjadi juga polemik berkepanjangan menyangkut tuntutan dalam hal mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya tentang isu terorristme seperti yang telah terjadi hampir satu dekade belakangan ini. Karena substansi kebenaran yang sesungguhnya justru tidak akan pernah didapatkan kalau masih ada pihak-pihak tertentu yang berkepentingan secara partial (conflick of interest) untuk meng exploitasi secara partial dimana akhirnya akar permasalahan yang sebenarnya tidak dapat ditarik menurut garis lurus berdasar pola integrasi yang artinya dari sekian banyak elemen-elemen partial tersebut tidak dapat match antara unsur yang satu dengan unsur lainnya............ dalam bahasa jawa disebut selegenje..........................


Nah dari sinilah kita perlu meminjam istilah dari pelawak Tukul Arwana : kembali ke laptop ............... he he he he ...................... karena dia adalah ahlinya ................. ahli dalam bidang teknologi informasi (TI) dan situs dunia maya ............... fakta-fakta yuridis secara esensi dan substansi adalah unsur-unsur material evidence (bukti mati) yang pada hakekatnya adalah bukti fakta yang tidak dapat berbohong tetapi informasi yang dapat digali darinya sangat bergantung kepada tingkat kemampuan unsur manusianya yang membaca fakta tersebut .................. mampu yang bagaimana ?! ................... yaa maksudnya mampu menggali kebenaran informasi yang sesungguhnya secara akurat dan obyektif atas dasar kebenaran universal dari segi internal maupun eksternal faktor dengan derajad kepercayaan tinggi atau dalam bahasa Arab disebut shahih alias terpercaya ........................... wuuiihhh itu namanya kaliber expert dong ?! ............................... yaa sudah barang tentu karena pada zona itu adalah wilayah yang sarat dengan muatan beban moral maupun beban norma ..................... karena kita adalah bangsa manusia yang berbudaya dan bukannya bangsa binatang melata .................... he he he he ......................... Kalau kondisinya demikian apa itu bukan namanya potensi untuk menjadi polemik berkepanjangan ?! .................... yaa tergantung dong kepada bagaimana cara me manage konflik ................. Nah dari sinilah kita perlu untuk meminjam lagi istilah dari Gus Dur : gitu aja kok repot ............................. he he he he ...................... banyak jalan menuju roma artinya banyak cara untuk menyelesaikan masalah kalau mau pakai cara yang extrem bakar saja jenggotnya pasti dijamin mencak-mencak dan mengomel sumpah serapah atau bahkan menyanyi tak gendong ke mana-mana kayak mbah Surip (almarhum) .................. he he hehe ....................... kan tinggal mengiringi dengan musik toooooooooo Opo ae rek onok maneh ............................ lha piye meneng salah, guyon salah, mblayu salah, mangan salah, tuku klambi salah, plonga plongo salah, ndoweh salah ............................... salah salah, bener bener, salah bener, bener salah .............................. he he he he repot dong ................................