Salah satu agenda besar skala nasional yang sedang diluncurkan pada era masa pemerintahan baru yang sedang berjalan ke depan tahun 2009 - 2014 di Republik Indonesia tercinta ini adalah target penegakan hukum demi tercapainya keadilan dan kepastian hukum sehingga tercipta rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat pada umumnya dan pemberantasan praktik korupsi pada khususnya. Berkaitan dengan agenda besar dimaksud maka salah satu dari lembaga tinggi negara yang berkompeten di bidang yudikatif telah meluncurkan program unggulan dalam rangka pembangunan kepercayaan masyarakat (trush building) sebagai icon yang harus terwujud pada akhir tahun 2009 guna meraih dukungan dan simpati publik agar tercipta tatalaksana pemerintahan bersih dan berwibawa menuju masyarakat adil makmur sejahtera sebagaimana telah digariskan dalam landasan konstitusi dasar negara Pancasila dan UUD'45. Namun apa yang terjadi dalam perkembangan situasi dan kondisi terkini maka dapat kita saksikan bersama sebagai inkonsistensi implementasi komitment dengan indikator adanya fenomena kegempaan Visi dan Misi dalam ranah penegakan hukum di Indonesia barusan dengan magmitude amplitudo terpantau sekitar 6 - 8 skala Ritzcher pada badan meteorologi ndlewer yang mengguncang dan menggetarkan keras lembaga tinggi negara dan menimbulkan kepanikan dahsyat hingga di level akar rumput ....................... hhhhhhhhhhh kata Ebit G.Ade : rumput pun bergoyang .................... Indikator penyebab gempa tersebut diawali oleh adanya launching pekan olimpiade olah raga perang psikologis beberapa lambang species binatang melata, antara lain : buaya dan cicak mengikuti launching serupa yang telah mendahului sebelumnya yakni : tokek, kadal, ular dan tikus.
Apa yang dapat dipahami dari masing-masing lokal kontent makna filosophis dari setiap lambang binatang tersebut ? mari kita jabarkan, telusuri dan kita tampilkan ilustrasinya sebagai berikut :
1. Buaya memiliki makna filosophis sebagai karakter pemangsa besar dan sangat berbahaya sesuai dengan potensi kemampuannya yang dahsyat.
2. Cicak memiliki makna filosophis sebagai karakter pemangsa kecil yang tidak membahayakan.
3. Tokek memiliki makna filosophis sebagai pemangsa kecil tapi intensitas resonansi gelombang suaranya besar dan keras melebihi ukuran physiknya dan dapat memancing serta menarik perhatian publik namun kadang juga suaranya menakutkan. 4. Kadal adalah typologi penipu profesional bahkan buayapun sering dapat di kadalin. 5. Ular adalah typologi mbulet dan berbelit belit dalam segala hal dan bahkan segala sesuatu urusan menjadi tidak jelas akar permasalahannya. 6. Tikus adalah typologi koruptor yang suka mencuri dengan segala cara/modus pada basis multidimensi strata sosial kewenangan mulai dari kelas paling kecil hingga kelas kakap. Nah sekarang apa pelajaran yang dapat diambil dari fenomena tersebut diatas ? ............... gempa bumi sudah sering terjadi, gempa visi misi juga sudah terjadi, lambang binatang buas (binatang melata) sudah berkumpul ............... kalau mau tinggal menarik telusur ke referensi kitab suci agama Islam, yakni Al Hadist : " salah satu tanda dari tanda-tanda akan datangnya kiamat (malapetaka) adalah apabila binatang binatang buas dan binatang binatang melata telah berkumpul ..... ", kemudian bagaimana menafsirkan dan menterjemahkan informasi tersebut kedalam situasi dan kondisi aktual yang ada sekarang ? ............. apakah isu kaidah pembuktian suatu kasus dengan methode kriminalisasi akan makin marak makin populer dan makin ngetrend ? ............... yooo sak karepmu wong kabeh wis suwe olehe podho ndlewer kok ........... atau mungkin langkah paling bijak tanya saja kepada Ki Dalang Manteb. S : lakone nopo pak Manteb ? ........ perang buto cakil lawan buto terong ................ hhhhhhhhhh ....... terus yang menang siapa ? ................. yaa dalangnya dong kan plus bonus hadiah pesindennya yang cuantik sekali ......... hhhhhhhhhhhh makanya terjadi gempa 8SR ndlewer ............. hhhhhhhhhhhhh ............... coba kita perhatikan bait nyanyian zaman kuno dulu : othok othok unine tekek .......... cino totok jenenge singkek ............... mblayu mblayu kepleset telek ................. tibo ndhodhok kathoke suwek ....................... hhhhhhhhhhhhhhhhh












