Laman

Senin, 16 November 2009

INITIAL KODE : GM (GANYANG MAFIA)


Sebuah paradigma baru yang berwacanakan tujuan penciptaan situasi dan kondisi iklim pemerintahan dalam berbangsa dan bernegara atau lebih ringkasnya disebut tata laksana dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa baru saja diluncurkan oleh Presiden RI untuk dilaksanakan diseantero wilayah kedaulatan negara republik Indonesia. Guna memberantas praktek mafioso peradilan yang telah mengakar dan mendarah daging serta menjangkiti lembaga penegak hukum maupun golongan masyarakat tertentu yang tergabung dalam kelompok pedagang kasus atau lebih terkenal dengan sebutan makelar kasus (markus) yang eksistensinya mencemari praktek pelaksanaan penegakan hukum secara luas. Dianjurkan bagi pihak pihak yang telah menjadi korban praktek mafia peradilan agar mau melaporkannya secara tertulis ke alamat kotak pos yang telah disediakan dilembaga kepresidenan dan dijamin akan dilindungi dan ditindak lanjuti kasus yang dilaporkannya itu asal disertai identitas pelapor lengkap alamat yang jelas dan ditulis pada salah satu ujung amplop kode : GM (yang artinya ganyang mafia). Ini benar benar sebuah langkah baru yang kondusif dan sangat apresiasip terhadap perlindungan hak atas kesamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara di depan hukum yang patut diacungi jempol dan harus disambut dengan sebaik baiknya oleh semua pihak .............. kita doakan semoga berhasil. Namun untuk menuju terlaksananya wacana baru tersebut bagaimana cara pelaksanaanya dan siapa saja pendukung pelaksananya dan harus dimulai dari mana ?! ini yang masih menjadi pertanyaan besar. Jangan hanya wacana yang hangat hangat tahi ayam habis diluncurkan terus hilang menguap begitu saja yang tidak ada tindak lanjutnya, sebab kalau mau jujur praktek mafia telah begitu besar dan amat sangat banyak menjamur dengan segala bentuk dan jenisnya di setiap aspek kehidupan masyarakat mulai masyarakat kelas bawah, menengah hingga kelas atas. Bukankah pada setiap tahunnya sudah rutin ada penilaian dari suatu lembaga dunia transparancy international (TI) berkaitan dengan pelaksanaan pemerintahan (coruption watch) oleh negara negara di dunia yang melaporkan skor rangking negara mana terkorup dan negara mana paling bersih dalam pelaksanaan pemerintahan dalam tahun yang telah berjalan ?! ........... kiranya semua sudah tahu hal itu .................... dan apa skor prestasi Indonesia ternyata tetap saja bertengger pada rangking juara bertahan di bidang korupsi dan tidak juga pernah beranjak dari posisi itu dan kalau toh bergeser hanya sedikit saja serta tidak terlalu signifikan dengan skor 2,8 urutan nomor 111 berarti derajad kejujuran hanya 28% dan nomor urut diluar batas angka 100, artinya ibarat orang sekolah tetap saja buta huruf (72% buta kejujuran) dan tidak dapat dipercaya karena berada diluar batas angka maksimal rangking 100. Hal ini merupakan cerminan potret suram wajah Indonesia dalam hal pelaksanaan pemerintahan yang masih jauh dari kesan (image) tata kelola dan tata laksana bersih dan berwibawa. Sebagaimana ditengarai telah banyak penilaian dari berbagai pihak yang berkompeten dalam bidang tata laksana pemerintahan, secara umum mereka menyuarakan bahwa korupsi di zaman reformasi dan desentralisasi pemerintahan sekarang ini jauh lebih besar bila dibandingkan orde pemerintahan sebelumnya yakni pada masa pemerintahan orde baru ............. fantastik sekali ............. situasi ini berarti bahwa pelanggaran hukum masih tetap saja jauh lebih besar dari pada prestasi penegakan hukum .................... artinya survai telah membuktikan bahwa praktek mafia terbukti memang tumbuh sangat subur pada zaman reformasi sekarang ini yang telah menjadi akar budaya sejak zaman dahulu, akhirnya apa yang terjadi kemudian dan selalu saja terjadi adalah yang benar belum tentu menang dan yang menang belum tentu benar begitu juga sebaliknya yang salah belum tentu kalah dan yang kalah belum tentu salah  ...................  hanya Allah swt sajalah yang tahu semua itu ........................... wallahu"alam bi shawab.

Sinyalemen tersebut otomatis dapat dijadikan indikator bahwa orang orang yang menjadi korban praktek mafia secara langsung maupun tidak langsung sangatlah besar atau kalau tidak bisa dikatakan bahwa hak hak rakyat masih juga terus dikebiri dan tidak beranjak dari kondisi kurang menguntungkan yang dialami sebelumnya.  Yang menjadi pertanyaan kekal adalah bagaimana bisa memberantas mafia kalau para pelaksana pemerintahan satu republik ini telah mengidaf penyakit yang sama yakni penyakit korup ?! apanya yang salah systemnya atau sumber daya manusianya ?! atau bahkan kulturnya ?! siapa yang dapat direkrut untuk menjadi aparat penegak hukum yang benar benar prima kredibilitasnya dalam memberantas keberadaan link mafioso ?! seberapa banyak jumlah manusia Indonesia yang memiliki kwalitas ini ?! seberapa mampu melaksanakan amanat ?! bagaimana tolok ukurnya ?! dimana ada manusia dengan jiwa nasionalisme tinggi seperti itu ?! ........... dan masih banyak lagi pertanyaan seputar kebersihan jiwa seperti itu .............. Sebab fakta berbicara orang jujur hancur dan orang yang penjilat bermoral bejat makin sering naik pangkat ......... diakui ataupun tidak sebenarnya masih sangat banyak pengkhianat ................. Presiden telah memelopori ke arah kebaikan namun dia tetap juga sebagai seorang manusia biasa, maka sesungguhnya manusia boleh dan wajib untuk berusaha namun toh akhirnya Tuhanlah yang menentukan hasilnya ............ Agar kita tahu sebagai manusia macam apakah kita, maka dapat kita perhatikan sebuah Firman Allah swt dalam kitab suci Al Qur"an : " sesungguhnya manusia itu hanya menuruti hawa nafsunya ........... apakah mereka tidak mengetahui apabila apa yang ada didalam kubur dibongkar dan dilahirkan apa yang ada didalam dada ?! ...................."  , masyak Allah begitu mengerikan apabila kita melihat kebusukan yang ada didalam dada kita sendiri (nafsu) bahkan sama busuknya dan sama jeleknya dengan apa yang ada didalam kuburan ..................... maka silahkan untuk diteruskan dan dilanjutkan bagi yang masih pingin tetap korupsi dan jadi mafioso peradilan .......... selamat menikmati kebusukan amal perbuatan sendiri ................... he he he he he ................. salam bangkai busuk ................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar