Mister prenjak berkata : kemarin beberapa hari yang lalu aku baca dari liputan media cetak ada sedikit terjadi silang pendapat mengenai dimensi lubang tembak pada tubuh korban almarhum Nasrudin yang sedang running well di persidangan pengadilan Negeri Jakarta, memangnya apa ada hal yang prinsipil tentang lubang tembak dimaksud ?! kalau memang ada jangan katakan bila lubang tembak pada tubuh korban tersebut mirip seperti bentuk mulut buaya yang sedang tersenyum karena sudah dijahit oleh pihak kedokteran forensik ........ itu mah lawakan di persidangan biar suasananya agak cair ......... atau jangan katakan karena lubangnya merasa gatal atau mungkin geli terus bentuknya jadi melebar sendiri ..... kalau itu sih lubang apaan dong ?! lubang punya cewek kali ............ atau lubang tembak seperti gambar disamping kiri itu yang ditembak pakai senapan mesin kaliber besar anti baja atau anti tank ?! kalau gambar yang ini sih hasil tembakan sangking wingking (dari belakang) yaa mingsle dong ...... yang ini sih ulah manusia golongan gay yang suka nembak pantat tapi meleset dasar usil tapi jahat sekali. Bolehlah pihak pengacara mencari celah celah hukum guna mematahkan segala argumentasi pembuktian berdasar fakta phisik barang bukti materiil yang telah diupayakan oleh pihak penyidik agar mencapai segala unsur hak terdakwa atas prinsip hukum acara azas praduga tidak bersalah dan hak azasi manusia ........ tapi konteksnya jangan diarahkan dan atau dibelokkan menuju faktor korelatif dimensi lubang tembak yang dinilainya tidak presisi banget dengan dimensi kaliber proyektil ....... itu sih ada ilmunya tersendiri yang tingkat kebenarannya universal dan telah diaplikasikan dalam methode pembuktian internasional khusus dalam hal profil bentuk dan dimensi lubang tembak senjata api.
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pendekatan secara teori dan atau methode pembuktian tentang profil bentuk dan dimensi lubang tembak dari suatu alat berupa senjata api berdasarkan parameter teknik yang layak, esensiil dan substansif diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Parameter yang berkaitan dengan mekanisme proses internal dan eksternal pada operasi tembakan peluru oleh senjata api, hal tersebut dapat dipahami berdasar argumentasi bahwa pada saat sebuah peluru diledakkan dalam kamar senjata api maka proyektil (kepala peluru) akan meluncur dan melaju dalam lorong barrel laras senjata dengan profil gerakan melingkar atau memutar selaras alur galangan dan dataran dalam barrel laras senjata yang menyerupai alur screw (alur bor), sedang kecepatan laju proyektil tersebut ditentukan oleh ekspansi pressure (tekanan) gas hasil ledakkan amunisi peluru, ini yang disebut sebagai mekanisme proses internal senjata api. Kemudian pada saat laju proyektil telah meninggalkan lubang laras senjata api maka performance gerakannya ditentukan oleh beberapa gaya yang bekerja padanya, masing masing adalah gaya yang arahnya menuju ke depan sesuai arah lajunya, kemudian gaya angular yang bentuk gerakannya melingkar / memutar sesuai alur galangan dan dataran dalam barrel laras senjata yang dilewati sebelumnya, serta gaya perlambatan laju akibat gravitasi bumi. Nah dalam konteks gerakan laju proyektil di udara bebas tersebut ada properties yang bersifat saling mempengaruhi antara satu faktor terhadap faktor lainnya yakni bahwa semakin jauh/lama proyektil melaju maka kecepatannya semakin berkurang dan radius (jari-jari) perputaran proyektil pada sumbunya (porosnya) juga semakin lebar atau besar sehingga apabila sebuah proyektil mencapai sasaran obyek akan menghasilkan bentuk dimensi lubang yang bersifat relatif, ini yang disebut sebagai mekanisme proses eksternal senjata api.
2. Parameter jenis obyek sasaran tembak dan jarak tembak, keduanya berkaitan erat dalam hal produk profil dimensi dan bentuk lubang tembak, sebagai contoh adalah jenis benda apa yang menjadi obyek sasaran tembak tersebut, misalnya : kertas, kayu, triplek, papan,plat besi, kain, tubuh manusia dll. secara specific akan memberikan bentuk profil yang khas dan tidak sama antara yang satu dibandingkan terhadap yang lainnya. Kenapa demikian sebab masing masing benda memiliki factor relatif ductility dan crack yang tidak sama, begitu juga profil dimensi lubang tembak masuk dan lubang keluar tidak sama. Secara faktuil jarak tembak dekat akan menghasilkan profil lubang tembak yang lebih presisi terhadap dimensi kaliber proyektil dibandingkan apabila jarak tembak sasaran obyek jauh maka profil dimensi lubang tembak yang dihasilkannya akan relatif lebih besar. Begitu pula pada beberapa kondisi : lubang tembak keluar akan selalu memiliki profil dimensi yang lebih besar dari pada lubang tembak masuk, sedang profil dimensi lubang tembak sekunder (kedua) akan selalu lebih besar bila dibandingkan terhadap profil dimensi lubang tembak primer (pertama) misalnya proyektil menembus pada kaca mobil terlebih dahulu baru kemudian menembus sasaran obyek korban, tetapi hal ini hanya berlaku untuk jarak tembak dekat, kenapa demikian hal ini berkaitan erat dengan faktor tenaga proyetil (vektor dan panas) dan faktor titik leleh plus faktor ductility/britel kaca mobil. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah berapa kriteria jarak dekat atau jauh sebuah tembakan tersebut ?, ini biasanya mengacu pada jarak tembak efektif yang pada umumnya berbeda beda dan tergantung pada setiap jenis dari senjata api. Apa yang dapat dipahami secara global disini adalah bahwa semakin jauh jarak tembakan maka akan menghasilkan profil dimensi lubang tembak pada sasaran obyek yang lebih besar pula sebagai akibat dari perlemahan vektor gaya laju dan putaran proyektil pada porosnya semakin lebar. Kemudian parameter terakhir adalah bagaimana mengukur faktor korelatif toleransi presisi profil dimensi lubang tembak ? hal ini tentu harus dikaitkan seberapa nilai persen deviasi dimensi lubang tembak dibandingkan kaliber proyektil serta harus dipertimbangkan pula faktor pendukung lainnya, antara lain : faktor ductility, posisi sudut tembak, jarak tembak, efek tembakan primer atau sekunder dan lain lain. Nah sampai disini kiranya sudah jelaskah kawan ? .................. he he he he he ............... jangan lagi dibilang bentuk dimensi lubang tembak korban meninggal tersebut diatas mirip seperti mulut buaya tersenyum looooooo ..... dosa besar itu namanya ..................



Tidak ada komentar:
Posting Komentar