Laman

Jumat, 15 Januari 2010

TAHUN 2010 MULAI DIBONGKARNYA MAFIA HUKUM


Terhitung sejak berakhirnya tahun 2009 yang lalu situasi kebobrokan moral para pejabat sudah mulai ramai terbongkar ke permukaan khususnya pada ranah penegakan hukum pada tingkat elit pejabat pusat yang kalau diperhatikan secara seksama merupakan sebuah sejarah besar sindikasi  penyelewengan bersama antar (lintas) departemen dan oknum swasta yang pada waktu waktu sebelumnya tidak pernah terungkap secara bersamaan.  Tetapi apa yang terjadi di penghujung akhir tahun 2009 ini sungguh sebagai tonggak sejarah bagi publik bahwa antara program pemerintah yang sedang dijalankan dan di gembar gemborkan selama ini sebagai langkah reformasi birokrasi dan kultur birokrasi menuju ke arah birokrasi yang bersih telah terbukti secara fakta bahwa hal tersebut lebih condong hanya sebagai jargon kosong belaka dan ibarat nyanyian indah yang menipu semua orang.  Kalau representasi atau cerminan di tingkat puncak elit terbukti bobrok seperti itu betapa banyaknya lagi kebobrokan lainnya pada level yang lebih rendah, tentu sangat banyak sekali jumlahnya, walaupun sudah ada beberapa yang terbongkar tetapi jumlahnya hanyalah beberapa persen saja dan tidak mencerminkan fakta sebenarnya yang ada dimana jumlahnya sudah barang tentu jauh lebih besar serta belum tersentuh sama sekali hingga saat ini alias masih banyak yang tetap saja berjalan melakukan penyelewengan secara kontinyu dalam status aman-aman saja. Peristiwa terbongkarnya kasus yang melibatkan petinggi Polri, Kejaksaan Agung, KPK, Bank Century dan makelar kasus kelas kakap Anggodo mulai akhir tahun 2009 hingga awal tahun 2010 merupakan tonggak sejarah paling penting yang perlu digaris bawahi dalam menggambarkan kondisi riil aparat maupun pejabat selama ini secara umum yang sudah merupakan bentuk kartel dari pada pemegang amanat pengabdi negara dan pelayan rakyat.  Sebab hingga saat sekarangpun praktek kanibalisme terhadap perilaku jujur aparat pemerintah oleh para oknum masih terus berlangsung dimana saja walaupun tidak tampak muncul di permukaan tetapi kenyataanlah yang mengatakan kondisi yang sebenarnya. 
Gebrakan program pemerintah dalam memerangi mafia hukum di awal tahun 2010 ini sebenarnya dijadikan tumpuan harapan oleh rakyat banyak dan berbagai pihak yang pro terhadap keadilan dan yang selama ini merasakan betapa pahitnya terus menerus tertindas oleh kultur bobroknya birokrasi.  Banyak manusia yang baik dikalangan aparat pemerintah tetapi banyak pula diantara mereka hanya sebagai pelengkap penderita kalau tidak dibilang sapi perahan sepanjang pengabdian dinasnya yang hanya berhenti dikala pensiun secara alami maupun tidak alami.  Pertunjukan awal gebrakan satgas anti mafia hukum adalah penyelewengan dalam lembaga pemasyarakatan Pondok Bambu Jakarta, dimana didapatkan adanya nara pidana (ny. Ayin)  yang menikmati fasilitas mewah yang tidak seharusnya terjadi di dalam lembaga pemasyarakatan.  Hal tersebut hanya sebagai salah satu contoh awal sebagaimana yang dijanjikan oleh satgas anti mafia hukum dalam rencana menjalankan program kerjanya selama 2(dua) tahun ke depan hingga akhir tahun 2012 .............. istilah pedagang sebagai pelaris ......... hhhhhhhhhhhh ............... dan sudah ada warning lagi bahwa dalam waktu dekat akan diumumkan lagi temuan yang lebih baru dan besar ........... tunggu saja tanggal mainnya ......  Pertanyaan besar yang patut dipikirkan dan direnungkan oleh kita semua yang pro keadilan adalah  akan dapat berhasilkah misi satgas anti mafia hukum tersebut dalam masa 2 tahun ke depan ?, bagaimanakah jadinya bila yang diawasi dan yang mengawasi saling bersiasat seperti yang selama ini terjadi dan sudah ada yakni waskat, wasrik, inspektorat pengawasan, inspeksi, supervisi, audit, peraturan dan lain sebagainya ? apa pula kira-kira yang akan terjadi ke depan ? akan lahirkan para pahlawan pejuang kebenaran ? akan ramaikah kasus kasus dengan modus baru ? atau akan terjadikah situasi dan kondisi baru yang kondusif ataukah sebaliknya malah terjadi chaos ? dan masih banyak lagi pertanyaan yang tidak terduga sebelumnya ? .............. kalau meminjam kata pepatah misalnya : masyarakat diibaratkan susu sebelanga dan kejahatan sebagai nila setitik maka akan rusaklah susu sebelanga ................. namun bila perumpamaan tersebut dibalik dimana kejahatan diibaratkan sebelanga dan kebaikan sebagai setitik susu maka apalah artinya ................. selain tidak akan pernah bisa mengubah keadaan melainkan tetap saja ................ memang diperlukan optimisme dalam melangkah melaksanakan program menuju hasil yang hendak dicapai ......... tetapi kalau situasi dan kondisinya apatis dan tidak tampak antusiasme di kalangan luas publik secara menggelora dan menggebu gebu rasanya sulit juga untuk bisa dibayangkan perubahan yang hendak dicapai dapat berhasil .............. atau mungkin akan ada perubahan sedikit walaupun tidak signifikan ............. hal itu sudah lebih baik dari pada tidak pernah ada usaha sama sekali ................ lebih baik dicoba dari pada tidak sama sekali .......... sebab monyetpun juga suka mencoba coba apalagi kita sebagai manusia tentu wajib berusaha ......... kalau kita simak ajaran dalam kitab suci Al Qur'an : " Tuhan tidak akan merobah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri berusaha untuk merobahnya ...... " disinilah letak tantangannya yakni diperlukan adanya pahlawan yang secara tulus ikhlash berani dan konsisten untuk bertindak melakukan perobahan apapun resikonya tanpa memikirkan kepentingan pribadinya tapi semata mata karena kewajiban dan tujuan hidupnya sesuai dengan keyakinan agamanya yang lurus serta sumpah sebagai abdi negara dan bangsa .............. adakah manusia seperti ini sekarang di tengah tengah kita ? ........... pahlawan palsu banyak ............. pahlawan setengah hati banyak ............ yang hanya berdiam diri asal selamat sangat banyak ................. begitu juga yang takut dan tidak punya nyali sangat banyak ............. yang masa bodoh tidak peduli juga sangat banyak ................ yang sembunyi dibalik segala kejahatan yang telah dilakukannya juga sangat banyak ................. yang tersinggung dan marah atas kejahatan yang telah dilakukan dan akan melakukan perlawanan dalam segala bentuknya juga sangat banyak ................. yang kepingin mendapat kesempatan dalam kesempitan dalam menjalankan kejahatan dan pengkianatan juga sangat banyak dan sudah ngantri ............ apalagi yang kurang ............ yaa semua itu tinggal menunggu waktu tentang apa yang akan terjadi adakah dinamika ke arah keadilan sosial yang sesuai dengan cita cita proklamasi ? ................... wallahu 'alam bishawab ......... sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar