Laman

Senin, 12 Oktober 2009

MANUSIA SEKARANG LUPA AKAN ASAL KEJADIANNYA


Hiruk pikuk kehidupan duniawi di zaman modern sekarang ini telah merubah secara global tentang cara berpikir hampir seluruh manusia dimuka bumi yang lebih berorientasikan kepada materi dalam bentuk kemewahan kehidupan dunia serta kemapanan status sosial dalam masyarakat. Apapun jalan dan cara untuk mencapai kenikmatan kehidupan ditempuh terlepas dari batasan halal dan haram, makruf atau munkar, hak atau bathil atau secara umum lebih condong meninggalkan norma-norma agama dan norma kemanusiaan.  Bagi yang memiliki kemampuan kecil cara-cara yang digunakanpun juga bersifat kecil-kecilan, bagi yang punya kemampuan sedang, menengah atau tinggi maka selaras dengan kemampuannya pula melakukan tindakan yang mereka mampu dan memungkinkan untuk dilakukan.  Arena permainan dalam panggung sandiwara kehidupan bisa berada di lingkungan masyarakat umum, swasta, pemerintahan atau bahkan sindikasi dari ketiga komponen masyarakat tersebut dan dengan skala dampak yang sangat bermacam macam bentuk implikasinya, bisa halus tidak tampak hingga yang vulgar dan menimbulkan keresahan  di tingkat bawah, menengah maupun atas, pada eskalasi lokal, regional, nasional maupun tingkat internasional. Di zaman yang serba sulit dengan kompetisi antar manusia makin ketat dan berat, ditambah gaya hidup zaman sekarang yang cenderung bersifat konsumtif telah menyebabkan biaya hidup semakin tinggi serta menuntut semua manusia untuk bergelut lebih seru dalam memenuhi harkat martabat kehidupannya. Alhasil dari akumulasi semua tuntutan kehidupan tersebut telah merubah secara substansif karakter manusia yang sifatnya sangat mendasar akan segala perubahan tingkah laku dan cara berfikir hampir pada semua manusia zaman sekarang.  Kemudian pelan-pelan tapi pasti telah terjadi proses evolusi dalam perilaku manusia : pertama tama yang tampak adalah sifat egoisme mulai menjangkit dimana mana, kejujuran mulai menjadi barang langka, kesabaran menjadi sesuatu yang semu, apalagi keikhlasan akan semakin sulit dijumpai, kejahatan dengan skala kecil maupun besar akan menjadi suatu hal yang biasa dimana mana.  Apa sebetulnya hasil dari semua karakter manusia di zaman modern sekarang ini lebih dekat kepada upaya membangun sifat congkak yang membanggakan diri sendiri secara ego pribadi dan atau ego kelompok diatas pribadi lain dan atau kelompok lain dalam tataran persaingan hiruk pikuk kehidupan dunia modern. Di zaman ini sungguh sangat sulit untuk menemukan seorang pemimpin yang memiliki sifat jujur dan adil yang dapat dijadikan panutan dan tempat berlindung bagi orang orang yang seharusnya dilindungi secara adil dan bijaksana, sangat tidak mungkin untuk dijumpai adanya seorang pemimpin yang menjalani kehidupan yang bercirikan sederhana dalam hal materi maupun perilaku sehingga dapat menyadarkan manusia lainnya untuk berkiblat atau mencontoh sifat sifat kesederhanaannya yang dapat menjadi obat penyakit hati yang rata rata telah diderita oleh hampir semua manusia.

Didalam ajaran agama Islam sesungguhnya telah sangat jelas diterangkan dalam kitab suci Al Qur an dan Al Hadist, bahwa : manusia diciptakan dari sari pati tanah (karena semua makanan manusia semua berasal dari sari pati tanah baik dari tumbuhan maupun hewan) kemudian dijadikan nutfah (air mani) dan ovum (sel telor) yang setelah keduanya berpadu menjadilah sesuatu yang belum dapat disebut (gumpalan darah) dan kemudian berkembang menjadi segumpal daging (juga menjadi sesuatu yang belum dapat disebut) kemudian pada segumpal daging tersebut mulai ditumbuhkan tulang dan mulai diberikan bentuk (pelan pelan ke arah bentuk manusia) dalam tempo 9 bulan.  Setelah lahir sebagai bayipun juga tak kuasa untuk berbuat memenuhi dirinya sendiri, kemudian pelan pelan jiwa dan raganya tumbuh menuju kesempurnaannya sebagai manusia.  Dalam masa menjalani kehidupannya sebagai manusia, sesungguhnya manusia itu bagaikan rumput yakni :  pertama tumbuh kecil kemudian semakin besar dan subur, lalu menuju masa tua dan akhirnya kering mati lalu musnah diterbangkan angin.  Apa yang dapat kita petik bersama dari pelajaran tata urut kehidupan ini adalah bahwa kalau kita mau berpikir sesungguhnya manusia itu tak lebih hanyalah sesuatu yang terdiri dari seonggok tulang yang dibalut oleh daging,  Kalau kita sebagai manusia telah mati kemudian dikubur atau tidak melainkan hanya ditaruh di atas tanah, maka daging kita hanyalah akan menjadi makanan bakteri dan cacing (sindat) yang tersisa kemudian hanyalah tulang belulang yang tak mampu berbuat apapun.  Lalu apalah gunanya segala kecongkakan dan kesombongan kita semasa hidup ?! ......................... Tulang belulang kita hanyalah akan jadi benda mainan orang-orang yang hidup kemudian atau bahkan jadi pajangan atau mungkin hanyalah sampah ?! .............................. Apalah gunanya segala kesombongan semasa hidup kalau toh akhirnya hanya menjadi tulang belulang yang tak berguna ?! ................... nanti jangka waktu 500 atau 1000 tahun lagi akan jadi barang arkeologi ...................... ini looooo orang jaman dulu ................ dulu jenis orang ini hidupnya begini dan begitu looooooooo ............................. he he he he .............................. marilah ber introspeksi dan hidup tidak melampaui batas takdirnya sebagai makhluk jenis manusia ...........................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar