Laman

Rabu, 14 Oktober 2009

GEMPA BUMI BUKANNYA TANPA MAKNA


Gempa Bumi dalam skala kecil maupun besar telah banyak terjadi di wilayah patahan cesar sepanjang daerah cincin api hingga samudera pasific meliputi wilayah negara Indonesia, Filipina hingga kepulauan Samoa dalam periode waktu hampir 1(satu) dekade terakhir.  Manusia dalam memahami penomena ini lebih banyak menggunakan sudut pandang ilmiah dari segi ilmu geologi dimana mekanisme gempa secara alamiah berasal dari pergerakan kontinue lempeng kerak kulit bumi yang terus menerus bergerak dengan kecepatan 0,7 cm per tahun dimana lempeng indoAustralia bergerak menyusup (subduksi) mencongkel lempeng Eurasia termasuk didalamnya cesar (patahan) ontong jawa dan cesar sumatra serta cesar moluska (sulawesi) sehingga tegangan yang terjadi dapat menimbulkan patahan tektonik dengan pelepasan tenaga berupa gempa yang getarannya dapat dirasakan dan berdampak fatal bagi penduduk dimuka bumi khususnya daerah yang berada diwilayah epicentrum pada zona cincin api tersebut.  Hal itu benar adanya dan dapat dibuktikan secara emphiris berdasar kaidah ilmu geologi kebumian yang di zaman sekarang telah berkembang cukup pesat atau telah mengalami kemajuan sangat signifikan.  Segala dampak telah dialami oleh penduduk bumi pada zona ektrim gempa tersebut, bahkan kerugian materiil maupun kerugian immateriil sudah dapat kita ketahui bersama sekarang ini dengan fakta dampak yang cukup atau sangat mengerikan mulai dari Aceh, Yogyakarta, Padang dan lain lainnya. Sangat jarang kita jumpai adanya ulasan berkaitan dengan penomena gempa ini yang membahas dari sudut pandang pelajaran agama, kenapa bisa jadi begini ?! ................ yaa mungkin orang sekarang sudah merasa mampu oleh segala sarana dan pra sarana yang dimilikinya pada zaman yang serba keduniawian ini, mulai dari kemampuan finansial, peralatan, komunikasi, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya sehingga yang tampak hanyalah sesuatu yang rasional dan mudah dipahami secara logika keilmuan duniawi saja dan selebihnya hanyalah ilusi belaka yang tidak memiliki makna signifikan.  Disinilah mulai tampak bahwa ciri-ciri umum manusia zaman sekarang sudah hidup dengan filosophi sekuler dimana agama hanyalah sebagai stigma belaka yang tidak memiliki makna secara kosmologi  yakni tautan secara integratif mulai dari dalam diri manusia (mikro kosmos) dalam hubungannya terhadap alam semesta (makro kosmos).  Manusia zaman sekarang adalah manusia bermental duniawi yang terlepas sama sekali dengan esensi substansi irasional yang eksistensinya terkait erat dengan urusan ukhrowi atau dengan kata lain hanya paham dengan urusan jasmaniah tetapi buta sama sekali dengan urusan kerohanian atau sesuatu yang sifatnya irasional dalam arti esensi substansi yang melekat erat dan sangat berpengaruh pada dirinya dalam berperilaku dikehidupannya sekarang maupun nanti setelah kematian datang.

Sesungguhnya dalam ajaran agama Islam hal tersebut telah sangat jelas diterangkan dalam kitab suci Al Qur an maupun Al Hadist : Bahwa apabila bumi diguncangkan dan gunung gunung diperjalankan maka manusia akan bertanya mengapa bumi menjadi begini ?!, kami balik negeri kaum Luth itu dimana yang di atas kami jadikan yang dibawah, siapakah diantara kalian yang merasa aman dari azab Tuhannya ?! yang akan menimpa kalian dikala kalian sedang tidur dimalam hari atau sedang istirahat di siang hari, sesungguhnya apabila manusia itu mensyukuri nikmat Tuhannya maka akan Ku bukakan pintu rezeki dari arah bawah bumi dan dari langit diatas mereka, tetapi apabila kamu kufur maka azab Tuhanmu sesungguhnya amatlah pedih, takutlah kamu akan azab Tuhanmu yang tidak hanya akan menimpa orang-orang yang berdosa saja tetapi juga orang-orang yang tidak berdosa,  dan lain-lain masih banyak lagi  .................... dan didalam hadist riwayat ada perkataan dari Amirul mukminin Sayidina Umar bin Khatab : sesungguhnya adanya gempa ini adalah karena banyaknya orang orang munafik didaerah ini maka apabila ada sekali lagi gempa ini aku tidak mau tinggal dan akan pergi dari daerah ini ................... Nah dari sinilah kita dapat melakukan introspeksi diri sebagai makhluk jenis manusia ............... karena semua kata kata Tuhan tersebut ditujukan kepada manusia ..................... manusialah yang banyak melakukan perubahan terhadap apa apa yang ada di dunia ini, jin dan hewan tidak demikian ....................... kenapa ?! mereka tidak bisa korupsi dan lain sebagainya sebagaimana yang diperbuat oleh manusia ................... hewan mau korupsi ?! hewan mau disuap ?! hewan mau kolusi ?! hewan mau nepotisme ?! hewan mau menyebar fitnah ?! ........... weleh weleh yaa hewan berkaki dua dan berdasi dong he he he he .................. lek wis weruh koyo ngono iku ojo trus di terus terusno olehe mursal ........... he he he he .................... ndang podho tobat ..............................

2 komentar:

  1. Postingan yang bagus. Sebagai info juga, banklink blog ini ada di sini. Perkenankan kami

    posting info juga, barangkali ada manfaatnya.

    1. Sarang semut papua
    2. Madu alam super
    3. Name chemistry
    4. Foto jadi kartu lebaran
    5. Umroh, haji dan investasi
    6. Reklame & percetakan
    7. Privat English & sertifikat
    8. Freeware - shopping cart
    9. Freeware - mesin email
    10. Kursus gratis
    11. Iklan bonafid

    Info selengkapnya: http://sutaryo.net/promosi.htm

    BalasHapus
  2. Sdr. Sutaryo terima kasih kunjungannya dan komentarnya dan juga mohon maaf telat balas komentar anda .. karena saya sangat jarang atau bahkan tidak pernah membukak blog saya ini dan baru kali ini saya membukanya. Tawaran link-nya saya sangat senang dan well come .. tapi nanti dulu saya masih mau cek terlebih dahulu kepantasan dan kelayakan kontent blog saya ini. Wassalamu'alaikum ww. thanks.

    BalasHapus