Laman

Selasa, 20 Oktober 2009

SIAPA YANG MENABUR ANGIN AKAN MENUAI BADAI


Sejarah panjang perjalanan hidup umat manusia di muka bumi telah dimulai entah sudah berapa ribu tahun yang lalu berdasar berbagai perhitungan yang dilakukan oleh para ahli ilmu sejarah, ahli ilmu arkeologi, ahli ilmu astronomi, ahli ilmu agama dan lain sebagainya secara umum telah menunjukkan bahwa terdapat berbagai fakta sejarah yang merepresentasikan timbul tenggelamnya dynamika sejarah peradaban kehidupan umat manusia di muka bumi ini dari berbagai penggalan waktu masa kehidupannya. Betapa banyak fakta sejarah peradaban bangsa bangsa jaman kuno yang telah hidup mendiami bumi ini dari waktu ke waktu silih berganti telah menjadi bahan pembelajaran yang sangat penting ditinjau dari segala aspek kehidupan bagi manusia yang hidup di masa kini. Didalam ketinggian puncak peradabannya masing masing bangsa tersebut, tampak bahwa selama mengarungi perjalanan sejarah pada masanya tidak dapat dilepaskan dari segala bentuk permasalahan yang membelit dan berkembang didalam masyarakat yang pada titik klimaknya akhirnya lama kelamaan berujung pada masa masa tragis atau masa fatal yakni menuju sebuah kondisi kehancuran total dari eksistensinya sebagai suatu bentuk komunitas bangsa yang mendiami bumi dalam artian pendulum waktu telah kembali lagi ke titik nol dan tiada lagi dynamika nafas kehidupan peradaban. Sesungguhnya secara filosophis maupun teori emphiris bentuk ikatan jalinan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara umum dari umat manusia, atau kalau kita pecah ke dalam bentuk satuan partiil menjadi bentuk komponen komponen penyusun dan pembentuk bangsa mulai dari bentuk ikatan lembaga atau badan, organesasi massa, organesasi politik, organesasi pemerintah, organesasi swasta, kelompok kelompok kecil sampai ke bentuk ikatan rumah tangga seluruhnya dapat di ibaratkan sebagai sebuah bahtera atau sebuah perahu yang sedang mengarungi samudera kehidupan nan luas di muka bumi ini menuju pelabuhan kehidupan sebagai tujuan akhirnya. Hanya hasil akhirnya disini yang sangat menentukan adalah dari berbagai upaya dalam mengatasi tantangan hambatan dan ancaman gelombang permasalahan yang menimpanya selama mengarungi samudera kehidupan tersebut apakah mampu diatasi atau tidak oleh bahtera yang menjadi representasi masyarakat umat manusia tersebut, seberapa besar gelombang yang menghadang dan seberapa banyak gelombang terjadi, sepiawai apa nahkodanya mengendalikan kemudi, seberapa kompak para awak kapal dan penumpangnya dalam mengatasi masalah bersama ?! .............. apakah gelombangnya yang berupa tantangan, hambatan dan ancaman tersebut hanya berasal dari luar bahtera ?! atau bahkan timbul dari dalam bahtera ?! atau bahkan timbul dari dalam dan dari luar bahtera ?! ............... atau bahkan masih mungkinkah kompas penunjuk arah laju bahtera masih tetap menuju ke arah pelabuhan yang hendak dituju atau bahkan arah laju bahtera telah melenceng jauh dari arah  posisi lokasi pelabuhan yang dituju ?!  yang akhirnya laju arah bahtera tersesat dan menabrak karang kemudian hancur atau mungkin kandas ?! ............. atau akibat paling fatal  adalah akhirnya bahtera beserta para awak dan segala yang ada didalamnya tenggelam ditelan samudera ?! ...................... Semua itu telah terdapat dalam fakta sejarah kehidupan bangsa bangsa dari umat manusia yang banyak tersebar dimuka bumi ini bagi yang mau mengambil pelajaran darinya......................... seberapa banyak manusia yang mau mengambil pelajaran ?! ............................ yaaahhh idem dito manusia sama saja dahulu maupun sekarang .....

Dalam konteks permasalahan kehidupan umat manusia di zaman modern sekarang ini, tidaklah terlalu jauh berbeda atau bahkan mungkin sama saja dengan apa yang terjadi pada manusia serupa yang hidup di masa sejarah dahulu kala, sebab secara kodrati dan sesuai dengan takdirnya manusia adalah makhluk hidup yang sifat azalinya selalu bergolak dalam pertarungan hawa nafsunya sendiri. Demi mendapatkan harta duniawi baik apakah itu berupa (dalam bahasa jawa : sandang, pangan, papan, kendaraan, kemewahan) atau (harta, tahta, wanita), atau pangkat, jabatan, kekuasaan dan lain lain, maka kebanyakan manusia akan menempuh segala cara baik maupun buruk tanpa peduli dampak dan akibatnya yang penting tujuannya dapat tercapai. Dalam kurun waktu sekitar 1 (satu) dekade belakangan ini telah kita ketahui bersama bahwa negara negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam telah menjadi korban kekejian yang dihembuskan bak hembusan bakteri oleh negara negara Barat yang nota bene merupakan representasi masyarakat non muslim. Mereka melalui jaringan kaki tangannya yang tersebar di seluruh dunia telah menaburkan angin fitnah terhadap orang orang Islam dengan cara cara yang sangat keji, bahkan di beberapa negara antara lain : Palestina, Pakistan, Afghanistan, Irak, Sudan, Somalia dan lain lain, taburan angin fitnah tersebut telah berubah menjadi badai malapetaka yang menerjang dan melumat bahtera serta sendi sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi umat Islam.  Umat Islamlah di zaman modern sekarang ini yang dijadikan korban dan obyek kejahatan biadab dari orang orang kafir dan orang orang munafik. Langit dan atmosphir masyarakat Islam dijadikan gelap, dikacau balaukan, diputar balikan oleh mereka para pemuja duniawi dengan dalih yang mereka buat sendiri standart kebenarannya.  Diakui atau tidak sesungguhnya mereka berharap dengan demikian umat Islam dimuka bumi akan dapat ditumpas dan musnah dari muka bumi kecuali yang tertinggal hanya sedikit dan tidak memiliki arti signifikan. Sesungguhnya di dalam kitab suci Al Qur an dan Al Hadist telah sangat jelas diterangkan demikian :  Sesungguhnya orang orang kafir dan orang orang munafik itu tidak suka melihatmu (muslim), mereka itu (orang kafir dan orang munafik) selalu merencanakan tipu daya dan kejahatan kepadamu (muslim) dengan sebenar benarnya, maka Allah pun merencanakan tipu daya kepada mereka (orang kafir dan orang munafik) dengan sebenarnya pula, mereka itu (orang kafir dan orang munafik) tidak akan mengikuti kamu (muslim) sampai akhirnya kamu menjadi seperti atau mengikuti mereka (menjadi kafir dan munafik) ....... dan masih banyak lagi yang lainnya ......................... Nah dari sinilah kita dapat ber introspeksi diri ........ sebab pada zaman dahulu banyak Nabi hidup se zaman, kemudian pergantian Nabi Nabi besar atau Rasul terjadi pada kurun waktu sekitar 800, 600, 500 tahunan ............. dan sekarang Rasul terakhir ( Nabi Muhammad saw) telah meninggalkan umat manusia di muka bumi ini terhitung 1400 tahun .................. Lalu apakah sekarang kita akan mengatakan bahwa Amerika atau bangsa Barat itu Nabi yang harus kita ikuti ?! .... Naudzubillahi min dzalik mereka itu Dagjal yang amat sangat kekafirannya .................. itu demit bin syetan he he he he he ....................................  thuyul dan mbah yul .............................. di tangan kirinya surga dan di tangan kanannya nereka ........................ bukan lagu madu di tangan kananmu dan obat batuk di tangan kirimu .................... itu sih mending ................ he he he he ...................

Sebuah peradaban manusia yang akhirnya hancur betapa mungkin dapat dibangun kembali peradaban baru dalam waktu singkat diatas puing puing kehancurannya ?!.  Ibarat membangun sebuah kehidupan dibekas kawah gunung berapi yang belum juga padam sepenuhnya akan sangat sulit dicapai sebuah bangunan peradaban maju masyarakat manusia sebagaimana sebelum terjadi malapetaka dahsyat yang menimpanya.  Apakah akan mudah membangun kembali masyarakat Palestina, Irak, Afghanistan, Pakistan dan lainnya dari puing puing kehancurannya ?!  ............ sudah barang tentu tidak mudah .................... Kemudian kenapa sekarang ini ditaburkan angin isu terorristme di dunia muslim tidak terkecuali di Indonesia Raya tercinta ini ?! Sudah diperhitungkankah konsekwensi logis badai yang akan terjadi di kemudian hari apabila terus menerus dihembus hembuskan angin atau ditaburkan angin isu dalam jangka waktu lama tanpa batas ?! ................ Naudzubillahi min dzalik .... semoga cepat berhenti dan sadar mereka mereka yang menabur angin isu itu sehingga tidak akan berkembang menjadi badai yang akan menerjang dan melumat apapun yang ada di muka bumi Nusantara tercinta ini  .............. amin yaa Robbal alamin ...................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar