Laman

Selasa, 01 September 2009

PENOMENA APA YG TERJADI AKIR-AKIR INI


Apa yang terjadi pada paroh waktu pertengahan tahun 2009 ini di pulau Jawa sungguh merupakan suatu kejadian (preseden buruk) bom teror yang bersifat aneh ditinjau dari berbagai segi sudut pandang apapun yang relevan, yakni alibi kejadiannya hanya dalam tempo 2(dua) hari terhitung sejak Presiden USA Barrack Obama telepon Presiden SBY guna memberikan ucapan selamat atas kemenangan pemilu SBY dan terpilih menjadi Presiden lagi untuk periode yang kedua kalinya, dan juga tempo 2(dua) hari menjelang tim kesebelasan Manchester united (MU) Inggris akan check in ke Hotel JW Marriot Jakarta. Yang spcecifik dari kejadian bom ini adalah beberapa hal sebagai berikut :
  • lokasi kejadiannya kembali lagi ketempat asal yang sudah pernah terjadi diwaktu yang lalu yakni Hotel JW Marriot Jakarta.
  • pelakunya menggunakan modus operandi yang juga sudah pernah terjadi yakni menggunakan tas gendong dan tas dorong atau tas jinjing.
  • system inisiasi peledakan bomnya menggunakan system tunda yang dapat berupa system elektronik cara mengoperasikannya.
  • komponen bomnya ditambah komponen yang berfungsi menambah daya merusak yakni adanya isian baut-baut logam dalam jumlah banyak.
  • ada kesan pelaku diberi kemudahan dari prosedur security saat memasuki pintu detektor akses masuk hotel yang sesungguhnya telah memenuhi standart deteksi canggih.
  • dan yang tidak kalah penting adalah body language pelaku terkesan : pancaran wajah netral tidak ada beban pikiran jahat yang tersembunyi, terkesan tidak paham tentang barang apa yang dibawa (seperti tidak tahu kalau barang yang dibawa adalah barang berbahaya), terkesan tertipu oleh orang yang menyuruh membawa barang tersebut karena dari cara berjalan dan raut muka menunjukkan bahwa ia sedang melakukan pekerjaan jasa antar barang penting. 
Pada era zaman rezim pemerintahan Orde Baru Polri tergabung dalam 4(empat) angkatan yang disebut ABRI, dimana kalau dicermati bahwa selama masa tersebut citra Polri mnunjukkan kinerja yang cukup bagus dan standart karena memiliki platform doktrin yang kuat dan konsisten dalam mengimplementasikan dalam tugas sehari-hari dan bahkan lebih terkesan sangat Filosofis. Sebagai contoh adalah Jargon salah satu fungi contohnya Reserse menggunakan lambang Busur dan panah, atau bergerak menangkap mangsa target bagaikan burung bangau, yang secara filosofis lebih mengedepankan cara-cara pendekatan persuasif  yakni bagaimana dapat mendapatkan sasaran target dengan tidak mengeruhkan suasana dimasyarakat luas, mengutamakan profesionalisme yang sarat muatan kearifan dan kebijaksanaan diatas segalanya dengan tetap memegang teguh hak azasi manusia dan azas praduga tidak bersalah. Hal tersebut selaras dengan slogan lebih baik melepas 10 orang yang bersalah dari pada menghukum 1(satu) orang yang tidak bersalah, kenapa demikian ?! karena tidaklah selamanya manusia itu berada dalam keadaan benar dan demikian juga salah.

Sebagaimana bom Bali 1 tahun 2002 yang terjadi berbau Amerika karena ada alibi Kapal Perang Amerika yang telah bersandar di Nusa Dua selama 2(dua) minggu sejak sebelum kejadian bom, analogis bom yang sekarang tahun 2009 meledak di hotel JW Marriot dan Ritz Charltown Jakarta berbau Inggris karena akan menjelang check in nya kesebelasan sepak bola Manchester United (MU) ke Hotel tersebut tempo 2(dua) hari kemudian, juga perkembangan yang terjadi didunia misalnya getolnya Inggris mempertahankan keberadaan pasukannya di Afganistan hingga 50 tahun ke depan, blow up Inggris atas reaktor nuklir Iran Qom pada sidang PBB tahun 2009 kemudian dilanjutkan atas usaha akan diterapkannya sanksi atas Iran, pernyataan Presiden Libya atas ketidak adilan DK PBB dan Libya mengusulkan DK baru (NATO Selatan) dll. Sebenarnya permasalahan terorristme adalah lebih mendekati dan lebih pas jika dikatakan sebagai taktik politik global negara-negara maju yang terus diupayakan secara paksa dan terus menerus atas negara-negara berkembang khususnya negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Memang kenyataan yang ada menunjukkan bahwa negara-negara sasaran tersebut sangat potensial dari segi kekayaan alam maupun jumlah penduduk dan SDM yang lama kelamaan dapat menyaingi kemajuan Barat. Apa yang terjadi di Filiphina Selatan (Mindanao) tidaklah dapat dijadikan acuan sebagai hal yang sama dengan yang terjadi di Indonesia, karena mereka yang Filiphina sedang berjuang untuk mendapatkan hak kemerdekaannya dan berusaha mencari bentuk negara yang akan didirikan sesuai yang diinginkan oleh bangsa Moro.

Pada era zaman reformasi (sekarang) sebagaimana telah diketahui bersama Polri telah keluar dari ABRI dan telah mereformasi diri dengan platform merubah kultur yang dulunya bersifat meliteristik menuju kultur baru yang bersifat sipil humanis dengan jargon melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat tanpa melihat golongan atau ras guna menciptakan rasa keadilan dan kepastian hukum sebagai bagian tugas dan fungsinya selaku alat negara penegak hukum. Sudah barang tentu upaya merubah kultur tersebut memerlukan waktu yang panjang dan konsistensi yang kuat secara terus menerus dimana hal itu sudah berjalan kurang lebih 10 tahun ( 1 dekade). Tetapi apa yang terjadi pada tahun 2009 ini kenyataan dilapangan berbicara lain, dimana terkait cara penanganan isu terorristme ternyata Polri melakukan pendekatan yang lebih militer dari pada TNI, dimana kesan yang ada pada saat ini TNI lebih menunjukkan citra lebih baik karena hanya duduk manis bagaikan wanita cantik nan menawan ........... he he he he ............. kemudian yang menjadi pertanyaan mendasar saat ini bagi seluruh publik Indonesia adalah dimanakah korelasi antara jargon Polri sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat performa Polri yang sipil dan humanis terhadap cara-cara pendekatan penanganan kasus-kasus yang berkaitan dengan isu terorristme ?! ............... sudahkah hal tersebut sesuai dengan jargon busur dan panah, burung bangau, atau bahkan burung hantu yang tidak membuat suasana menjadi keruh ?! Karakter burung hantu itu memiliki profesionalitas yang sangat kredibel dalam hal menentukan bahwa tikus itu memang benar tikus dan bukan yang lain yang mirip tikus apalagi stigma tikus, jadi burung hantu mempunyai derajat kepastian yang tinggi dalam mengidentifikasi tikus dan secara kodrati juga memiliki kekhususan kemampuan memberi isyarat siapa yang akan mati berdasar hidayah Illahi yakni bukan sebuah kematian yang dibuat oleh manusia tetapi kehendak Illahiah ........... yang hasilnya tidak mengeruhkan suasana ............. ini adalah hakekat yang paling tinggi sesuai fitrah burung hantu. Betapakah manusia itu dapat menegakkan keadilan kalau ia tidak dapat berbuat adil terhadap dirinya sendiri ?! Kalau toh akhirnya ada beberapa petinggi negara dan juga petinggi ormas yang memberikan apresiasi atas keberhasilan penanganan terorristme akhir-akhir ini hal itu lebih bersifat sebagai simbolis dari ungkapan klise yang menunjukkan kedewasaan berfikir yang bersifat sangat kompromis dan pemaaf agar tidak terjadi korban yang lebih besar dimasa mendatang, tetapi sama sekali tidak menyentuh apalagi mengintervensi substansi dasar atau esensi permasalahan isu terorristme yang sebenarnya !!! .......................... Sebab apa permasalahan esensiil yang sebenarnya yang mengetahui hanya Polri sendiri, tetapi yang lebih penting janganlah asal tempel saja memberi stigma terorrist pada kelompok orang tertentu yang sebenarnya hanya mau memberi contoh dalam hal perbaikan akhlak dan moral bangsa. Meminjam istilah ICW : the real terorrist adalah para koruptor, mau jujur atau tidak yang jelas sudah menjadi tuntutan zaman dan keharusan yang menjadi kebutuhan mutlak selaras paradigma reformasi birokrasi Polri harus melakukan tindakan-tindakan yang lebh berani kedalam ......... karena apa yakni pasca suksesi rezim orde baru ke rezim reformasi di negeri ini maka telah terjadi euforia yang cukup signifikan untuk dijadikan rebutan berbagai kepentingan dalam dan luar negeri yang terus bermain hingga sekarang dan masa-masa mendatang yang tiada habis-habisnya. Lalu bagaimana pada saat ini penampilan Polri telah bergeser dari khitah reformasi ke kultur sipil tapi bergelombang sifat militer ?! yang dapat menjadi pertanyaan adalah mana konsistensi upaya perubahan menuju reformasi sipil ?! ........... he he he he lagi khilaf nih yeee ...................


Dalam konteks kekinian tentang penanganan kasus terorristme terdapat kesan pendekatan yang bersifat STMJ ........ apa itu ?! ...... yakni ramuan komplit satu paket siap saji cepat efisien dan efektif, permasalahan yang seharusnya dihadapi dan diemban berbagai fungsi lembaga secara terpisah sesuai tugas pokok fungsi dalam  komunity justice criminal system telah lengkap jadi satu ............ apa itu ?! ya investigasi, penuntutan persidangan, lembaga pemasyarakatan atau pelaksanaan hukuman, advokasi sudah lengkap terlaksana semua tidak perlu repot-repot buang-buang waktu, biaya dan tenaga. Jadi dengan demikian semua sudah beres karena semua langsung dibunuh dan tinggal mengubur mayatnya saja praktis kan ? Tentu dong siapa dulu Indonesia kok dilawan ya gak bisa dong .......... he he he ... tapi apa nanti tidak dibilang oleh orang over ackting yaa ?! ..... ya tidak dong kan demi menyenangkan negara penjajah yang super kuat ................... tidak apa-apa baik-baik saja itu ............... USA England AUSI akan bilang that is good and ciamik mbocia kata Singapore ........................................... Semua itu sudah ada isyarat filling sugesti sebelumnya ................. apa itu ?! yakni ketika pidato kenegaraan di gedung DPR yakni oleh Bapak Presiden maka protokol lupa tidak mencantumkan acara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya .......................... nah ini kejadian yang tidak biasanya .............. aneh kan ............ Nah sekarang apa kira-kira para arwah terorrist itu tidak terdengar sayub-sayub sedang juga menyanyikan lagu yang walaupun teksnya agak berbeda dalam tangisnya ?! ................... kira-kira drafnya begini ............... Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku ............. disanalah aku berdiri lalu ditembaki polisi ........... mengalirlah semua darahku keluar dari tubuhku ............. melayanglah akhirnya nyawaku dan mayatku jadi kaku ................. semogalah arwahku dan arwah temanku tidak menjadi hantu ............. selamat tinggalah semua kerabatku semuanya jadi pilu ................... Apa lagi yang tersisa sekarang di negeri ini ?! Karena sudah banyak hasil karya cipta hak intelektual telah dibajak oleh orang-orang Malaysia ..... tidak terkecuali hak karya cipta terorrist ?! Siapakah sesungguhnya yang memiliki Nazir Abas kah ?! Tidak ada yang mengakui selain hanya saling tuding dan saling lempar tanggung jawab................... Bumi gonjang ganjing langitpun jadi gelap .............. kathon bathoro kolo mingis-mingis siyunge nggegirisi ....................... tancep kayon sirno margo layu ................................. ooooooooooooooooooooooooooo .............................................................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar