Konon pada zaman dahulu kala ............... manusia purba dimuka Bumi masih sedikit jumlahnya dan hidup dalam ikatan kelompok kecil yang tersebar saling berjauhan jaraknya .............. terpisah oleh hutan belantara, gunung, danau, sungai dan lautan samudera. ........... Cara hidup mereka ada yang menetap dan ada pula yang suka berpindah - pindah .................. yaaaaaaaaa semua udah tahu dong Nah seiring dengan berjalannya waktu .......... setiap kelompok berkembang biak dan beranak pinak yang akhirnya pelan-pelan jumlahnya makin banyak dan terbentuklah dari tiap kelompok tersebut klan, marga, suku dll. ................ yaaaaaaaaaaaaaaaa semua udah tahu juga dong !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ... Ditinjau dari segi profil bentuk fisik, karakter psikis, budaya adat kepercayaan, cara hidup, bahasa, pola hubungan sosial tata kemasyarakatan, lingkungan, geologi-geograpi-topograpi-demograpi dll. .......... akhirnya setiap kelompok berkembang dan berevolusi terus menjadi suku-suku yang makin besar dengan segala macam ciri khas yang berbeda-beda pula ........................ udah tahu ngeyel ....... nah dalam perkembangan waktu selanjutnya terjadilah hubungan interaksi antara segala suku bangsa dalam segala aspek kehidupannya dan dengan segala macam permasalahan yang terdapat di dalamnya ...................... Dari adanya domain masalah berupa perang kepentingan maka munculah embriyo ilmu teror ..... awalnya kecil-kecilan dan jarang-jarang waktunya ........... lama-lama makin besar dan sering terjadi ............. awalnya tidak terasa dampaknya akhirnya disadari ............ awal kemunculannya sederhana akhirnya kompleks dan canggih ...........awalnya pelaku si oknum perorangan akhirnya kelompok dan golongan ............. awalnya tidak berdampak fatal akhirnya berdampak sangat fatal .......... awalnya hanya lokal akhirnya regional - national - international ...................... awalnya kalangan orang swasta / anggota masyarakat akhirnya oknum pejabat pemerintah ........................ awalnya mudah diselesaikan namun akhirnya sulit dan menjadi polemik berkepanjangan yang tidak berujung pangkal ...........................
Berdasar wacana dan paradigma tersebut diatas telah dapat di inventarisir fosil-fosil teori paling primitif methode gerakan pelaku terorristme sebagai berikut :
1. Lempar batu sembunyi tangan ............................ (tidak mengakui perbuatannya).
2. Menggunting dalam lipatan ...................................(pengkhianat menyebabkan banyak korban).
3. Bermuka dua (2) .....atau pantatnya dimuka dan mukanya di pantat atau munafik ..... atau musang berbulu ayam ... ayam berbulu musang ..... maling teriak maling.
4. Nabok nyilih tangan ...... (memukul/berbuat jahat dg pinjam tangan orang lain).
5. Tumbak cucukan ........... (mengadu domba manusia).
6. Wani silit wedi rai .......... (menikam dari belakang).
7. Goblok keminter rai gedhek ............... (bodoh sok pintar tak tahu malu).
8. Tego lorone yo tego patine ................. (raja tega penyiksa dan pembunuh).
9. Ora duwe udel ...................................... (tidak punya empati).
10. Ora lilo lan legowo .............................. (tidak iklas dan selalu menuntut balas).
11. Ing ngarso ngumbar angkoro, ing madyo ngumpulne arto, lan ing mburi melu nadahi .............. (jadi pemimpin angkara murka, jadi pejabat korup dan jadi anak buah pendukung kejahatan).
12. semua jenis dari domain sifat pengecut dan munafik dan rakus dan sombong dan jahat dan sok kuasa dan sok hebat dan sok pintar dan sok tidak bisa pensiun dan sok tidak bisa mati dan sok kaya dan sok pangkat dan sok wewenang dan sok kuat dan sok benar dan sok koruptor dan sok kafir dan sok tahu dan sok segalanya yang jelek - jelek ............................ oooooooookkkkkkkk
Rumus dan dalil apa yang universal dan dapat digunakan untuk menghadapi aksi terorrist ? ! ..... Jawabnya : pakai filsafat .......... akar ( fhilhoshoft + pilosof + filsuf ) = Kebenaran tidaklah akan hilang sirna oleh berjalannya waktu karena kebenaran akan selalu terus berjalan seiring dengan berjalannya waktu hingga waktu itu sendiri telah terhenti menjadi nir waktu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar