Skenario apa lagi yang akan dijual sebagai barang komodity export dari jenis sinetron terorrisme yang di Indonesia sangat tidak memiliki relevansi dan bahkan sudah mau akan menjelang ajal, kehilangan eksistensi dan akan segera menjadi fosil. Menjelang tanggal 11 September terdapat momentum sejarah mengerikan yakni peristiwa terorrist Gedung WTC New York USA yang roboh luluh lantak akibat ditabrak pesawat terorrist dimana arah tudingan pelakunya secara sepihak di arahkan kepada USAMAH BIN LADEN ......... itu hanyalah rekayasa penggalangan opini publik dunia yang dipaksakan yang bukan kapasitas Usamah bin Laden tapi lebih pantas dan sesuai sebagai kapasitas GEORGE BUSH BIN LADEN ........... itu hanya sebuah topeng untuk mengelabuhi bangsa dan negaranya dibalik tujuan yang sebenarnya yakni demi mendapatkan keuntungan besar dari operasi perang terorrist palsu hasil ciptaannya sendiri yang nota bene mengorbankan nyawa sebagian dari warga negaranya sendiri serta warga negara asing ............. ibarat pepatah jeruk minum jeruk ............ demi menyembah uang yang berlimpah berlagak sok pikun ................... dan sekarang setelah pensiun dari kekuasaan dijamin pasti sedang menjalani proses pelan-pelan menjadi fosil. Di Indonesia sekarang yang perlu diwaspadai adalah adanya kelompok sindikat orang-orang domestik dan asing yang secara diam-diam menjalankan misi terselubung dibalik bentuk kerja sama apapun yang memiliki kapabilitas akses penciptaan aksi terorrisme pikun fiktif (palsu) bodong dan terstruktur secara syrtematis di berbagai jaringan Internasional. Mereka secara sengaja menginjak-injak martabat bangsa dan negara serta sangat meremehkan dasar negara Pancasila, UUD 45 dan Undang-undang lainnya diatas segalanya sebagai bentuk gerakan pengkhianatan dan sudversive terselubung yang berlagak sok pikun. Apakah akan dicontoh pula aksi terorris 1 dari 2 ekor Kerbau yang kemarin pada hari Jum at 04 September 2009 menghadang kereta api Penataran jurusan Blitar Malang Surabaya yang sedang melaju di lintasan rell kereta api dekat pabrik rokok Bentoel Malang ?! Seekor Kerbau pelaku teror mati terlindas roda di rell sedang kereta terguling berantakan serta menimbulkan korban meninggal 1 orang, luka berat 4 orang dan luka ringan 9 orang .............. seekor Kerbau lainnya (kawannya) yang selamat tidak dapat dimintaai keterangan karena pikun ........... yaa pakai bahasa kerbau dong .............. he he he he......... kasihan deh luuuu .............................
Bagaimanakah jadinya kalau seseorang memiliki tipologi pikun membuat kasus teror yang sifatnya fiktif dan status legalitasnya bodong ?! Apa yang dapat dipahami dari pemakaian istilah pikun fiktif dan bodong adalah karena semua hasil dari apa yang telah diperbuatnya menjadi suatu kenyataan yang tidak jelas siapa pelakunya selain hanya pantas bagi kambing hitam, eksistensi kasusnya membingungkan serta tidak dapat diterima akal sehat dari segi manapun menjelaskannya selain menggunakan pemahaman ala kerbau.
Dibelahan bumi manapun di dunia ini dari sekian banyak kasus ledakan bom terorrist yang sudah tak terhitung lagi saking banyaknya, tidak satupun kasus yang pengungkapannya jelas dan obyktif yang dapat diterima oleh akal sehat dan kebenaran Universal selain hanya ketidak layakan (no visible) yang diperuntukkan bagi kambing hitam sang pahlawan keterpaksaan dan tindak penindasan sejati.
Ironisnya lagi terorrisme diidentikan dengan salah satu paham ajaran agama Islam yang disebut jihat, tapi seluruh kasusnya secara umum terjadi di negara-negara Islam baik pelaku maupun korbannya mayoritas juga orang Islam ................. apakah memang seperti ini pemahaman yang layak bagi predikat negara -negara dunia ketiga yang sampai sekarangpun tetap saja menjadi jajahan model baru bagi negara-negara maju ?! ....... naif sekali cara-cara merendahkan martabat manusia hingga jauh dibawah binatang yang sebuas apapun binatang itu tidak akan pernah membunuh mangsa lebih dari satu.
Tuduhan santerpun secara kontinue terus dialamatkan kepada perbuatan jihat kelompok jamaah Islamiyah .............. ngawur asal ngomong itu namanya .................yang namanya jamaah itu ya berkumpulnya dua orang atau lebih apapun bentuk berkumpulnya .................... dan setiap agama itu selalu merupakan perkumpulan dari sekian banyak jumlah manusia yang artinya jamaah, jadi secara terminologi ada istilah : jamaah Yahudiiyah, jamaah Kristeniyah, jamah Islamiyah, jamah Hinduiyah, jamah Budhaiyah, jamaah Khong Hu Chu iyah dan lain-lain termasuk ................... jamaah Gundulmuiyah ...................... he he he he he ........................
Masihkah akan terjadi lagi tindakan terorrist berupa peledakan bom pikun fiktif dan bodong yang semua alibi dari setiap kejadianya tidak memiliki latar belakang yang jelas, pelakunya juga tidak jelas, tujuaanya juga tidak jelas selain hanya tersirat sebagai salah satu bentuk dari bisnis kasus kotor dengan menghalalkan segala cara, tidak memiliki kaidah etika dan norma serta lebih mirip film sinetron entertainment fiksi hiburan anak-anak kecil : Satria Baja Hitam, Doraemon dan lain-lain....................... yaa kalau masih terjadi bom terorrist lagi itu hanya dari orang-orang yang typologinya : pikun, fiktif dan bodong yang lagi stress dan sudah gila yang sudah waktunya dibuang jadi sampah .................. buang dan lempar ke Caldera gunung berapi biar tidak balik lagi ................... atau biar meledak yang lebih besar campur magma ............................... eeeeeeee haiking ......... Pepatah mengatakan : betapakah mungkin turun hujan tanpa didahului oleh tanda-tanda tiada awan tiada petir ..............................................betapakah mungkin akan terjadi turun hujan...................................................

Tidak ada komentar:
Posting Komentar